JAKARTA - Berhenti merokok menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan paru-paru dan mencegah berbagai penyakit serius. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mencakup skrining kesehatan paru dapat membantu masyarakat menyadari risiko merokok dan mendorong mereka untuk berhenti.
Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof. Agus Dwi Susanto, menyebutkan bahwa banyak perokok berhenti setelah mengetahui adanya penyakit paru melalui skrining. "Umumnya perokok akan berhenti merokok setelah tahu ada penyakit paru yang diderita bila diskrining," ujarnya.
Menurut Prof. Agus, skrining paru dapat mendeteksi kelainan paru melalui berbagai metode, seperti kuesioner, rontgen, dan spirometri. Namun, ia menekankan bahwa terapi berhenti merokok dengan bimbingan dokter spesialis paru diperlukan bagi mereka yang mengalami adiksi.
BACA JUGA:
Selain itu, Prof. Agus menyoroti merokok merupakan faktor risiko utama lima penyakit paru utama: pneumonia, tuberkulosis, kanker paru, PPOK, dan asma. Oleh karena itu, ia merekomendasikan masyarakat, terutama perokok, untuk menjalani skrining paru secara berkala sebagai langkah preventif yang krusial.
Program CKG diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran kesehatan, tetapi juga memotivasi masyarakat untuk menghentikan kebiasaan merokok demi kualitas hidup yang lebih baik.