Bagikan:

JAKARTA - Kanker paru-paru pada orang yang tidak merokok semakin meningkat. Kanker paru-paru pada orang yang tidak merokok diperkirakan menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi kelima di seluruh dunia.

Adapun penyebab utama kanker paru-paru meningkat pada orang non-perokok adalah polusi udara. Hal ini disampaikan oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker WHO (IARC).

“Kanker paru-paru pada orang yang tidak pernah merokok juga terjadi hampir secara eksklusif sebagai adenokarsinoma, yang telah menjadi paling dominan dari empat subtipe utama penyakit pada pria dan wanita secara global,” pernyataan IARC, dilansir dari The Guardian, pada Rabu, 5 Februari.

Sekitar 200.000 kasus adenokarsinoma pada paru-paru berkaitan dengan polusi udara pada 2022, menurut studi IARC, yang diterbitkan di jurnal Lancer Respiratory Medicine. Adenokarsinoma tersebar akibat polusi udara ditemukan di kawasan Asia Timur, khususnya China.

Penulis utama studi dan kepala cabang pengawasan kanker IARC, Dr Freddie Bray, mengatakan bahwa temuan tersebut menjadi acuan akan pentingnya pemantauan mendesak terhadap perubahan risiko kanker paru-paru.

“Studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi kemungkinan faktor penyebab, seperti polusi udara, pada polusi di mana merokok tidak dianggap sebagai penyebab utama kanker paru-paru juga diperlukan,” kata Dr Freddie Bray.

Melalui studi IARC juga disebutkan bahwa perubahan dalam pembuatan rokok dan pola merokok dalam beberapa dekade terakhir telah memengaruhi tren kejadian kanker paru-paru berdasarkan subtipe. Terdapat juga akumulasi bukti yang menunjukkan hubungan sebab akibat antara polusi udara dengan peningkatan kanker paru-paru.

“Polusi udara dapat dianggap sebagai faktor penting yang sebagian menjelaskan dominasi adenokarsinoma yang muncul menyumbang 53 persen hingga 70 persen kasus kanker paru-paru di antara orang-orang yang belum pernah merokok di seluruh dunia,” isi hasil studi tersebut.