Bagikan:

YOGYAKARTA – Penyakit sciatica merupakan kondisi yang melemahkan karena terjadi kerusakan, kompresi, atau peradangan pada saraf sciatica. Saraf ini adalah saraf terbesar dalam tubuh, terletak pada punggung bawah hingga tumit kaki. Saraf sciatica berfungsi membantu fungsi sensorik dan motorik serta memungkinkan kita menggerakkan otot juga merasakan sensasi pada kaki. Penyakit sciatica, terjadi ketika saraf sciatica terganggu sehingga sebabkan nyeri, sesasi terbakar atau parestesia, yang terkadang disebut sebagai kesemutan dimulai dari bokong menjalar hingga kaki.

Gejala penyakit sciatica

Penyakit sciatica, biasanya bisa sembuh dengan sendirinya selama empat hingga enam minggu. Tetapi dalam kasus tertentu, membutuhkan terapi medis, bedah, dan komplementer yang efektif untuk meredakannya. Sciatica adalah kondisi yang mengacu pada nyeri dan berikut gejala yang dirasakan ketika mengalaminya:

  1. Nyeri punggung bawah satu sisi yang menjalar hingga kaki sisi yang terkena.
  2. Nyeri atau sensasi terbakar pada bokong. Biasanya rasa nyeri akan sangat terasa ketika bersin dan bergerak.
  3. Kaki kesemutan, mati rasa, merasa dingin atau panas atau sensasi terbakar.
  4. Nyeri atau tidak nyaman dengan sensasi menusuk pada kaki.
  5. Lemah kaki pada satu sisi.

Ketika mengalami gejala ini dan tidak sembuh dalam waktu lama, penting sekali untuk periksa ke dokter sehingga mendapatkan rekomendasi dan perawatan secara tepat.

penyebab sciatica dan cara pencegahannya
Ilustrasi penyebab sciatica dan cara pencegahannya (Freepik)

Penyebab sciatica

Sciatica terjadi ketika sesuatu mengiritasi saraf sciatic pada tulang belakang, tempat saraf tersebut bermula. Pad aorang dewasa yang lebih tua, dua penyebab mengalami sciatica adalah pertama, taji tulang atau terjadi benjolan tulang tambahan yang tumbuh di ujung tulang. Kedua disebabkan artritis atau peradangan sendi pada tulang belakang. Sedangkan pada orang dewasa di bawah usia 40 tahun, sciatica bisa disebabkan bergeser atau pecahnya diskus hernia. Kondisi ini terjadi ketika material seperti gel di dalam diskus tulang belakang menonjol karena kerusakan atau kelemahan. Selain itu, beberapa kondisi berikut ini menyebabkan sciatica:

  1. Diskus yang menonjol
  2. Stenosis tulang belakang lumbal yang menyebabkan penyempitan ruang yang menahan tulang belakang
  3. Spondilolistesis yang menyebabkan tulang belakang bergeser dari tulang belakang di bawahnya
  4. Hematoma epidural lumbal, di mana darah menumpuk antara jaringan yang melindungi sumsum tulang belakang dan menekannya
  5. Tumor jinak atau ganas, yang mana massa sel menekan saraf sciatica
  6. Cedera menyebabkan ketidaksejajaran tulang belakang, kejang otot di lumbal (punggung bawah) atau daerah panggul.

Sciatica atau dikenal linu panggul dialami oleh 10-40 persen orang pada beberapa waktu dalam hidup mereka. Beberapa orang dengan faktor tertentu, lebih mungkin mengalaminya. Seperti orang berusia 40-an tahun, kerja dengan postur/posisi sama dalam waktu lama (sopir, operator mesin, kerja kantor yang duduk terus), dan aktivitas fisik tertentu yang membuat saraf sciatica tertekan atau terinfeksi.

Pencegahan sciatica

Banyak pengobatan yang bisa dlakukan untuk mengatasi sciatica. Seperti dengan terapi akupunktur, memakai pereda nyeri, pakai obat antiinflamasi. Untuk cara pencegahan sciatica, mengutip Health, Senin, 26 Mei, penelitian menunjukkan beberapa orang mungkin mengembangkan sciatica karena susunan genetik.

Namun ada juga dengan perubahan gaya hidup dapat mencegah linu panggul atau sciatica. Misalnya dengan tetap aktif kalau Anda lebih banyak posisi duduk saat bekerja. Hindari merokok karena terbukti dapat mengurangi kemungkinan mengalami sciatica. Cara ketiga untuk mencegah sciatica, dengan mempertahankan berat badan sehat. Karena orang obesitas berisiko mengalami sciatica. Keempat