JAKARTA - Di dunia kerja modern yang serba cepat, isu kesehatan mental dan keseimbangan hidup semakin mendapat perhatian serius di kalangan perusahaan global.
Para pekerja tidak lagi hanya dinilai dari produktivitas semata, melainkan juga dari kesejahteraan menyeluruh fisik, mental, sosial, hingga emosional. Tren ini menunjukkan adanya pergeseran nilai dalam dunia kerja, yang mana perusahaan yang peduli terhadap keseimbangan hidup karyawan menjadi lebih menarik dan berkelanjutan.
Salah satu studi terbaru yang mengangkat topik ini adalah laporan whitepaper kolaboratif antara Coats Group plc dan lembaga riset budaya kerja Great Place To Work.
Laporan bertajuk “Weaving Global Patterns of Wellbeing” mengulas bagaimana pendekatan strategis terhadap kesejahteraan karyawan dapat membentuk lingkungan kerja yang lebih suportif dan sehat, terutama di sektor industri manufaktur yang selama ini dikenal menantang dalam hal beban kerja dan tekanan operasional.
Program unggulan yang dibahas dalam laporan ini, Energy4Performance (E4P), menjadi pusat perhatian berkat penerapannya yang luas di lebih dari 55 negara. Dengan keyakinan performa terbaik hanya bisa dicapai ketika individu berada dalam kondisi optimal, E4P telah melahirkan lebih dari 500 inisiatif mulai dari kelas yoga, pelatihan kesehatan mental, hingga kegiatan sosial yang mendorong koneksi antar karyawan.
"Program E4P bukti dedikasi kami dalam menciptakan budaya peduli dan inovasi. Semangat karyawan adalah keunggulan kompetitif vital bagi sebuah bisnis, investasi dalam sumber daya manusia menghasilkan hasil jangka panjang yang terbaik," ungkap David Paja, Group Chief Executive Officer Coats dalam keterangan persnya kepada VOI.
BACA JUGA:
Salah satu temuan penting dari laporan ini adalah adanya peningkatan keterlibatan karyawan dan indeks kesejahteraan sebesar masing-masing 6% dan 5%. Di tengah tantangan global dan tekanan dunia kerja pasca-pandemi, angka tersebut menunjukkan dampak nyata dari pendekatan yang lebih humanis dalam manajemen sumber daya manusia.
Beberapa contoh dari program ini termasuk:
-
Dukungan kesehatan mental (energi mental), seperti pelatihan untuk manajer dalam memberikan respons awal terhadap krisis psikologis dan penyediaan ruang konseling di Shenzhen, Tiongkok.
-
Perhatian terhadap kesehatan fisik (energi fisik), melalui program pemeriksaan mata dan distribusi kacamata gratis di Bangladesh.
-
Penguatan aspek sosial (energi sosial), dengan pembangunan fasilitas penitipan anak di India untuk membantu pekerja yang juga orang tua.
-
Kontribusi emosional terhadap komunitas (energi emosional), seperti penyediaan air bersih di Indonesia dan dukungan terhadap relawan lokal.
Laporan ini tidak hanya menampilkan data dan hasil, tetapi juga memperlihatkan bagaimana intervensi yang dirancang dengan konteks lokal dapat membentuk budaya kerja yang lebih inklusif dan berdaya.
Melalui kemitraan riset ini, pendekatan Coats menjadi salah satu studi kasus tentang bagaimana perusahaan dapat menanggapi kebutuhan gaya hidup modern dan tekanan kesehatan mental di tempat kerja.
"Ini dapat digunakan untuk memperluas jangkauan dan dampak dari inisiatif kesejahteraan para pekerja. Komitmen Coats menetapkan standar baru bagi industri dan menciptakan hasil lebih baik bagi perusahaan maupun karyawan di seluruh dunia," kata Michael C. Bush, CEO Great Place To Work.
Pendekatan ini memberi sinyal kesejahteraan pekerja bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian inti dari strategi bisnis jangka panjang.
Lingkungan kerja yang mendukung tidak hanya membuat para pekerja lebih loyal, tetapi juga berkontribusi pada reputasi perusahaan di mata publik.