JAKARTA - Terbangun di malam hari untuk buang air kecil mungkin terdengar sepele dan umum terjadi, terutama seiring bertambahnya usia. Namun, jika Anda mulai melakukannya lebih sering dari biasanya, bisa jadi tubuh sedang memberikan sinyal penting. Salah satu kondisi yang patut diwaspadai adalah kanker prostat. Adapun gejalanya yang kerap muncul di malam hari.
Menurut Dr. Jiri Kubes, pakar onkologi radiasi, sering buang air kecil di malam hari bisa menjadi gejala awal dari nocturia, yang dalam beberapa kasus terkait dengan kanker prostat.
"Bangun untuk buang air kecil di malam hari adalah hal yang sangat umum dan sering terjadi seiring pertambahan usia. Tapi jika ada perubahan dalam kebiasaan tersebut. Misalnya jadi lebih sering dari biasanya, maka itu layak untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya, dilansir dari laman Mirror.co.uk pada Sabtu, 10 Mei.
BACA JUGA:
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Kanker prostat umumnya tidak menunjukkan gejala sampai tumornya cukup besar untuk menekan uretra. Inilah sebabnya mengapa banyak pria tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit ini. Beberapa gejala yang patut diperhatikan antara lain:
- Sering buang air kecil, terutama di malam hari
- Kesulitan saat mulai buang air kecil
- Aliran urin yang lemah atau terputus-putus
- Perasaan bahwa kandung kemih tidak benar-benar kosong setelah buang air
- Rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil
“Perubahan-perubahan ini tidak selalu berarti kanker. Banyak pria mengalami pembesaran prostat yang jinak, kondisi yang umum seiring usia. Tapi yang terpenting adalah tidak mengabaikan gejala, sebaiknya periksakan ke dokter," jelas Dr. Kubes.
Kanker prostat lebih sering menyerang pria berusia di atas 50 tahun. Risiko juga meningkat jika ada riwayat keluarga dengan kanker prostat, atau jika Anda berasal dari komunitas kulit hitam, yang menurut data lebih rentan terhadap penyakit ini.
Deteksi dini sangat penting karena semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar kemungkinan pengobatan berhasil.
“Mengidentifikasi kanker sejak dini bisa memberikan lebih banyak pilihan pengobatan dan hasil lebih baik,” tegas Dr. Kubes.
Salah satu opsi pengobatan modern yang kini tersedia adalah terapi sinar proton. Terapi ini dikenal memiliki efek samping yang lebih sedikit karena kemampuannya menargetkan sel kanker dengan presisi tinggi, tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
“Untuk area yang begitu sensitif seperti prostat, terapi ini bisa membantu melindungi fungsi penting seperti kontrol urin dan fungsi seksual" kata Dr. Kubes.