Bagikan:

YOGYAKARTA – Tubuh mengalami dehidrasi apabila kehilangan terlalu banyak cairan daripada volume cairan yang masuk baik lewat minum atau makan. Karena dehidrasi, keseimbangan mineral tubuh terganggu. Selain karena kurang minum dan mendapatkan cairan cukup, terdapat kondisi yang bisa meningkatkan risiko dehidrasi. Kondisi berikut ini, yang bisa meningkatkan kehilangan cairan, mengganggu keseimbangan cairan tubuh, dan tubuh membutuhkan asupan air lebih banyak dari biasanya.

1. Sakit

Ketika suhu tubuh meningkat dan demam, sering kali disebabkan infeksi atau berbagai penyakit lainnya. Kondisi inilah yang bisa memicu dehidrasi. Saat suhu tubuh meningkat, tubuh mencoba mendinginkannya dengan berkeringat. Mekanisme pendinginan alami ini mengakibatkan hilangnya cairan melalui keringat, sehingga meningkatkan kebutuhan tubuh akan hidrasi, jelas perawat bersertifikat Stewart Parnacott, RN., NP., dilansir EatingWell, Minggu, 13 April.

2. Olahraga

Jalan cepat, latihan HIIT, atau lari pada sore hari dapat meningkatkan kemungkinan kehilangan air jika Anda tidak menggantinya dengan minum cukup. Parnacott menjelaskan, aktivitas fisik yang intens, terutama di lingkungan yang panas dan lembap, dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat berlebih dan kehilangan cairan. Selama olahraga, tubuh mengeluarkan keringat untuk mengatur suhu tubuh. Inilah yang mengakibatkan cairan tubuh menurun secara signifikan apabila tidak diisi ulang kembali.

kondisi yang dapat meningkatkan dehidrasi
Ilustrasi kondisi yang dapat meningkatkan dehidrasi (Freepik/stockking)

3. Penuaan

Orang dewasa yang lebih tua berisiko mengalami dehidrasi terkait usia. Penelitian tahun 2021 yang diterbitkan dalam Archives of Gerontology and Geriatrics menunjukkan, orang dewasa lebih tua mungkin mengalami kesulitan bergerak dan takut kalau harus sering ke kamar mandi. Karena itu, mereka akan mengurangi minum dan berisiko lebih besar mengalami dehidrasi.

4. Diabetes

Menjaga kadar gula darah tetap seimbang perlu minum cukup. Diabetes ditandai dengan gula darah tinggi dan tubuh tak mampu memproduksi atau mengelola insulin dengan benar. Pada saat kadar gula darah tinggi, buang air kecil meningkat. Tubuh akan kehilangan banyak air. Diabetes juga menyebabkan sering haus sehingga orang yang mengalaminya minum lebih banyak tetapi tidak dikelaola dengan baik. Siklus ini mengakibatkan kehilangan cairan berlebihan.

5. Penyakit ginjal

Ginjal berfungsi membersihkan darah untuk menjaga nutrisi baik mengalir ke tubuh serta mengeluarkan limbah lewat urin. Penyakit ginjal, bisa mengganggu fungsi ginjal tersebut. Pengobatan penyakit ginjal, mungkintermasuk diuretik yang dapat menyebabkan dehidrasi jika terlalu banyak cairan yang dikeluarkan. Jika mengalami dehidrasi dalam jangka waktu lama, bisa menyebabkan masalah pada ginjal. Seperti batu ginjal dan infeksi saluran kemih.

6. Minum alkohol

Minum bir setiap hari setelah bekerja atau saat akhirpekan, dapat memicu dehidrasi. Menurut National Institute, alkohol dapat menekan pelepasan hormon vasopressin. Hormon ini berfungsi menahan air dalam tubuh. Itulah sebabnya, minum minuman beralkohol dapat menyebabkan kencing terlalu sering.

7. Gangguan makan

Gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa, dapat meningkatkan risiko dehirasi akibat berbagai perilaku negatif seputar makanan. Perilaku ini dapat mencakup penyalahgunaan pencahar, muntah, dan pembatasan makanan yang mengandung cairan serta minuman berkalori. Beberapa orang berjuang melawan rasa takut akan berat air dalam upaya mengendalikan ukuran tubuh.

Itulah kondisi yang dapat meningkatkan dehidrasi. Perlu dipahami, direkomendasikan untum minum cukup setiap harinya. Bagi wanita, membutuhkan setidaknya minum 11,5 gelas dan pria 15,5 gelas.