Bagikan:

JAKARTA - Meditasi sering dilakukan dengan duduk di tempat yang damai, menutup mata, dan merilekskan tubuh. Namun, perlu diketahui bahwa meditasi juga bisa dilakukan dengan berjalan.

Dikutip dari Healthshots, meditasi berjalan mengedepankan kesadaran dalam setiap gerakan. Meditasi ini melibatkan berjalan lambat, yang disertai dengan gerakan, napas, dan lingkungan secara teratur.

“Berbeda dengan meditasi duduk yang menekankan keheningan, meditasi berjalan mendorong kesadaran dalam gerakan,” kata psikolog Jasmine Arora, dikutip pada Kamis, 20 Maret 2025.

Dalam melakukan meditasi berjalan, seseorang akan mengamati setiap gerakan pada kakinya. Ritme pernapasan disesuaikan dengan langkah berjalan, yang mengarah pada relaksasi dan konsentrasi, yang bermanfaat untuk mengurangi stres.

“Berjalan sambil bermeditasi mendorong perhatian pada saat itu, mengurangi stres,” tambahnya.

Meditasi berjalan dapat mengatur respons stres tubuh, dengan berfokus pada gerakan yang lambat dan disengaja. Ketika berjalan dengan bermeditasi, otak beralih dari hiperaktif ke ketenangan, menurunkan kortisol, yang merupakan hormon stres.

Selain membantu mengatasi stres, meditasi berjalan juga bisa memperbaiki suasana hati atau mood. Melalui meditasi berjalan yang perhatian fokus pada saat itu, maka dorongan stabilitas emosional meningkat.

“Itu memicu bahan kimia kebahagiaan di otak, dopamin dan serotonin, yang meningkatkan suasana hati dan menangkal perasaan sedih,” lanjut Jasmine Arora.