JAKARTA - Kanker darah adalah jenis kanker yang menyerang sel-sel darah, sumsum tulang, atau sistem limfatik. Beberapa jenis kanker darah yang umum meliputi leukemia, limfoma, dan multiple myeloma.
Gejala kanker darah sering kali tidak spesifik dan bisa muncul secara perlahan, termasuk saat seseorang sedang tidur. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari tanda-tanda ini sehingga kanker baru terdeteksi pada stadium lanjut.
Dilansir VOI dari laman Mirror.co.uk pada Rabu, 12 Februari, menurut Blood Cancer UK, gangguan tidur seperti sulit tidur, pola tidur tidak teratur, atau kebiasaan tidur yang kacau dapat disebabkan oleh efek samping dari kanker darah. Penyakit ini bisa menyebabkan rasa sakit atau sesak napas yang secara langsung mempengaruhi kualitas tidur. Selain itu, kecemasan yang timbul akibat penyakit dan pengobatannya juga berperan dalam memperburuk gangguan tidur.
Kanker darah mempengaruhi produksi dan fungsi sel darah, yang mencakup tiga jenis utama, yakni leukemia, limfoma, dan mieloma. Dampak penyakit ini bervariasi, mulai dari gejala terlihat pada kulit seperti memar, ruam, atau kulit pucat, hingga gejala yang lebih sulit dikenali dan sering disalahartikan sebagai kondisi kesehatan lain.
BACA JUGA:
Menurut Blood Cancer UK, penderita kanker darah sering mengalami berbagai efek samping yang berkontribusi terhadap buruknya kualitas tidur, di antaranya:
- Nyeri atau ketidaknyamanan
- Mual
- Masalah pencernaan atau saluran kemih
- Gangguan saraf seperti neuropati perifer (kerusakan saraf)
- Efek samping obat, seperti steroid
- Kecemasan atau stres emosional
- Perubahan hormonal
Salah satu gangguan tidur yang paling umum pada penderita kanker darah adalah keringat malam yang berlebihan, atau sering disebut sebagai 'drenching' yang dapat mengganggu kenyamanan tidur secara signifikan. Selain itu, meskipun tidur seseorang tampak normal, banyak penderita kanker darah tetap mengalami kelelahan ekstrem yang tidak membaik meskipun sudah beristirahat.
Gangguan tidur memang umum terjadi dan memengaruhi 1 dari 3 orang dewasa. Namun, jika Anda mengalami gangguan tidur yang berkepanjangan dan disertai gejala lain seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Mengidentifikasi dan menangani penyebab yang mendasari dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan mendeteksi penyakit lebih dini.