JAKARTA - Gejala kanker ginjal sering kali muncul secara halus dan tidak mencolok, sehingga mudah terlewatkan. Dalam banyak kasus, kondisi ini baru terdeteksi ketika telah memasuki tahap yang lebih lanjut. Kanker ginjal merupakan salah satu jenis kanker cukup sering ditemukan dan berdampak serius terhadap kesehatan apabila tidak ditangani sejak dini.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah gejalanya pada tahap awal sering kali tidak terasa jelas. Akibatnya, banyak orang baru menyadari adanya kondisi ini ketika sudah berkembang lebih jauh, sehingga penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kesehatan sekecil apa pun.
BACA JUGA:
Menurut Kidney Cancer UK, sekitar 4 dari 5 kasus kanker ginjal ditemukan secara tidak sengaja. Lebih dari separuh pasien (55 persen) baru terdiagnosis setelah menjalani pemeriksaan untuk kondisi lain. Oleh karena itu, organisasi ini mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala-gejala yang kerap diabaikan.
“Kanker ginjal sering disebut penyakit diam-diam, karena banyak orang tidak merasakan gejala apa pun hingga kondisinya sudah lebih lanjut. Itulah sebabnya penting untuk mengenali tanda-tanda sejak dini,” ujar Hazel Jackson, perawat dari Kidney Cancer UK, dikutip dari laman Unilad pada Selasa, 24 Maret 2026.
Jackson menjelaskan gejala kanker ginjal sering kali tidak spesifik, seperti nyeri punggung, kelelahan berkepanjangan, atau infeksi saluran kemih yang berulang, sehingga mudah terlewatkan. Salah satu tanda yang paling perlu diperhatikan adalah adanya darah dalam urine yang merupakan sinyal peringatan penting.

Kondisi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari urine berwarna merah tua atau cokelat, semburat merah muda, bintik-bintik kecil, hingga darah yang hanya terlihat di akhir buang air kecil.
Dalam beberapa kasus, gejala ini hanya terjadi sekali dan tidak disertai rasa nyeri, sehingga sering diabaikan.
“Banyak orang menganggap adanya sedikit darah bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Padahal, darah dalam urine bukanlah kondisi normal dan sebaiknya segera diperiksakan. Penyebabnya bisa saja batu ginjal atau infeksi, namun juga dapat menjadi tanda awal kanker ginjal. Jangan mengabaikannya,” jelas Jackson.
Selain itu, nyeri tumpul yang menetap di punggung atau sisi tubuh, serta penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya juga patut diwaspadai. Infeksi saluran kemih (ISK) yang sering kambuh pun perlu mendapat perhatian lebih.
"Meskipun sebagian besar ISK tidak berbahaya, infeksi yang terjadi berulang kali sebaiknya tidak diabaikan karena bisa saja menandakan adanya masalah pada ginjal yang lebih serius, meskipun dalam kasus yang jarang,” tambahnya.
Gejala lain yang kurang umum meliputi hilangnya nafsu makan, demam, serta keringat berlebih, terutama pada malam hari.
“Gejala kanker ginjal bisa sangat samar dan tidak selalu muncul bersamaan. Karena itu, penting untuk lebih peka terhadap perubahan pada tubuh. Diagnosis dini dapat menyelamatkan nyawa, karena pengobatan akan jauh lebih efektif jika penyakit ditemukan lebih awal,” imbuh Jackson.
Jackson juga mengingatkan agar tidak mengabaikan perubahan sekecil apa pun pada tubuh.
“Segera ambil tindakan ketika merasakan hal yang tidak biasa. Jika ragu, sebaiknya lakukan pemeriksaan. Anda adalah orang yang paling memahami kondisi tubuh sendiri, dan langkah pencegahan selalu lebih baik daripada penyesalan di kemudian hari." pungkasnya.