JAKARTA - Hidup dalam kesepian ternyata berkaitan erat dengan risiko demensia terjadi pada seseorang. Demensia merupakan kondisi kognitif otak mengalami penurunan, yang bisa menyebabkan kehilangan memori dan kemampuan untuk menilai.
Dalam penelitian yang dilakukan selama 9 tahun dan dipublikasikan pada 2023, orang dewasa yang terisolasi secara sosial atau sering sendiri memiliki risiko demensia 27 persen lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan aktivitas sosial, yang sebenarnya memiliki peran besar untuk menjaga kesehatan otak.
Profesor dari divisi psikiatri University College London, Dr Andrew Sommerland, mengatakan bahwa keterlibatan sosial memberikan banyak manfaat bagi seseorang. Salah satunya adalah untuk melatih daya ingat tetap normal.
“Elemen stimulasi ada di sana (keterlibatan sosial). Contohnya saat kita mengenali wajah dan mengingat sejarah seseorang, sehingga kita dapat mengajukan pertanyaan yang relevan tentang pekerjaan atau anak-anak mereka,” katanya, dikutip dari SCMP, pada Kamis, 6 Februari 2025.
Sommerland mengatakan bahwa ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain melalui candaan atau berbicara, maka jutaan neuron di otak akan bekerja dengan lebih keras untuk membuat koneksi yang tepat. Interaksi sosial juga dapat meningkatkan suasana hati, yang jika baik akan meredakan efek peradangan hormon stres kortisol.
Di sisi lain, peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Florida, Martina Luchetti, menulis ulasan penelitian hubungan antara demesia dan kesepian, yang melibatkan 600 ribu orang. Kesepian sangat erat dengan depresi dan faktor risikonya adalah gangguan kognitif, termasuk demensia.
“Kesepian sangat erat kaitannya dengan depresi, yang merupakan faktor risiko terkenal untuk gangguan kognitif di usia lanjut,” tuturnya.
Sebuah studi lain yang dilakukan pada 2022 menunjukkan bahwa kesepian tidak hanya meningkatkan risiko demensia, tetapi juga hipokampus yang lebih kecil. Hipokampus adalah bagian otak yang berperan penting dalam memori dan pembelajaran.
BACA JUGA:
Meski demikian, ahli juga menekankan bahwa kesepian bisa menjadi hal yang subjektif bagi setiap orang. Terkadang seseorang yang selalu sendiri tidak merasa kesepian, karena tergantung pada karakter, kebutuhan, keinginan, dan sumber daya yang dimiliki.