Bagikan:

JAKARTA - Menangis sering kali dikaitkan dengan perasaan sedih, stres, atau bahkan kebahagiaan yang mendalam. Namun, belakangan ini muncul klaim bahwa menangis dapat membantu menurunkan berat badan. Benarkah air mata bisa menjadi 'alat' untuk membakar lemak?

Dilansir VOI dari laman Times of India pada Selasa, 4 Februari, sebuah laporan yang diterbitkan oleh AsiaOne mengklaim bahwa menangis di antara pukul 19.00 hingga 22.00 dapat membantu menurunkan berat badan.

Klaim ini menarik perhatian banyak orang, terutama mereka yang sedang mencari cara alternatif untuk membakar lemak. Namun, laporan terbaru mengonfirmasi bahwa informasi tersebut ternyata tidak benar.

Menurut laporan awal, saat kita menangis, tubuh melepaskan hormon kortisol. Peningkatan kadar kortisol ini disebut-sebut dapat memicu pembakaran lemak. Selain itu, air mata yang keluar akibat stres dipercaya mampu membuang zat beracun dari tubuh, diyakini baik untuk penurunan berat badan. Klaim ini juga dikaitkan dengan penelitian oleh William Frey, seorang ahli biokimia ternama.

Sebelum mempercayai klaim tersebut, penting untuk memahami tidak semua air mata sama. Ada tiga jenis air mata yang dihasilkan oleh tubuh:

- Air mata basal - Berfungsi untuk menjaga kelembapan mata.

- Air mata refleks – Keluar akibat iritasi seperti asap atau polusi.

- Air mata psikis – Berkaitan dengan emosi dan perasaan yang mendalam.

Dalam laporan awal, disebutkan hanya air mata psikis yang dapat membantu membakar lemak. Namun, klaim ini masih diragukan oleh para ahli.

Saat tubuh dalam kondisi istirahat, otot jantung membakar sekitar 8,5 kalori per jam. Ketika seseorang mengalami stres emosional, detak jantungnya meningkat, yang secara teori dapat meningkatkan jumlah kalori yang terbakar. Laporan dari AsiaOne juga menyatakan waktu terbaik untuk menangis adalah antara pukul 19.00 hingga 22.00, karena pada saat itu efek pelepasan kortisol mencapai puncaknya.

Namun, laporan terbaru menegaskan klaim ini tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Artinya, menangis mungkin membakar sedikit kalori, tetapi tidak bisa dianggap sebagai metode efektif untuk menurunkan berat badan.

Jika seseorang menangis terlalu sering, ini bisa menjadi tanda depresi. Salah satu gejala umum depresi adalah berkurangnya nafsu makan, yang bisa menyebabkan penurunan berat badan. Jika Anda mengalami kesedihan yang berkepanjangan disertai dengan kehilangan nafsu makan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Jadi, jangan percaya begitu saja pada klaim tersebut. Menangis memang bisa melepaskan stres, tetapi bukan solusi ajaib untuk menurunkan berat badan.