Banyak Planet di Luar Angkasa yang Tidak Memiliki Bintang, Ini Penyebabnya
JAKARTA – Jika Anda sedikit tertarik dengan astronomi, Anda pasti tahu bahwa setiap planet terikat dengan bintang, misalnya seperti Bumi yang mengorbit Matahari. Namun, tidak semua planet seberuntung Bumi.
Banyak planet yang tersesat di luar angkasa karena tidak terikat dengan bintang mana pun. Ada banyak hal yang menyebabkan hal ini terjadi menurut pantauan para astronom, salah satunya karena massa yang sangat rendah sehingga berakhir dibuang dari sistem planet.
Temuan lainnya mengatakan bahwa beberapa planet yang bergerak dengan bebas tidak memiliki bintang karena proses pembentukannya. Planet ini biasanya memiliki massa serupa Jupiter, tetapi terbentuk langsung dari gas dan debu dalam nebula.
Jika sebelumnya sebuah planet tergabung dalam suatu sistem, mengapa planet ini berakhir tanpa bintang? Untuk menjelaskan hal ini, sekelompok astronom di Technion-Israel Institute of Technology melakukan penelitian dengan menjalankan simulasi N-body.
Ini merupakan model komputer yang dapat menyimulasikan posisi orbit planet dari waktu ke waktu dengan menghitung persamaan gravitasi dan gerak. Dengan menggunakan model ini, peneliti dapat mengetahui seberapa sering planet dapat terlempar dari sistemnya.
Kelompok tersebut menjalankan simulasi terhadap 100 sistem planet yang berbeda dengan persamaan satu miliar tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ejection atau peristiwa planet yang terlempar lebih umum terjadi di luar angkasa.
Mengutip dari laporan Scientific American, sebanyak 3,5 planet mengalami ejection setelah satu miliar tahun. Sebagian besar pelepasan ini terjadi dalam 100 juta tahun pertama. Padahal, tim hanya memasukkan tiga hingga sepuluh planet per sistem.
यह भी देखें:
Jika suatu sistem memiliki jumlah planet lebih dari itu, maka pelepasan planet akan lebih sering terjadi. Salah satu faktor yang mendasari hal ini adalah tabrakan antarplanet karena beberapa sistem mendorong planetnya ke orbit yang memanjang.
Ketika hal tersebut terjadi, dua planet dapat bertubrukan dan terjadi kerusakan yang cukup ekstrem. Dampak terburuknya adalah planet terlempar dari sistem dan lepas dari bintangnya. Dari hasil penelitian, masalah ini juga umum terjadi.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rata-rata tabrakan terjadi sekitar 0,4 kali per sistem planet. Dengan demikian, 40 tabrakan planet akan terjadi dalam 100 sistem yang berbeda. Biasanya, tabrakan ini juga terjadi di awal atau sekitar satu juta tahun pertama.