Partager:

JAKARTA - Rumah produksi Starvision akan merilis film horor terbaru mereka yang kembali mengangkat cerita pendakian setelah sebelumnya berhasil dengan film Petaka Gunung Gede yaitu Pencarian Terakhir.

Film ini sendiri mengangkat cerita mitos dari salah satu gunung di Indonesia yaitu Gunung Sarangan. Di mana 7 tahun setelah ibunya hilang di Gunung Sarangan, Drupadi (Adzana Ashel) kembali ke sana bersama kekasih dan teman-temannya untuk trail run.

Namun, teror dari Ki Tapa (Egi Fedly), penunggu Gunung Sarangan menyesatkan Dru dan kawan-kawan. Drupadi dan kawan-kawannya dinyatakan hilang, sehingga ayahnya, Tito (Donny Alamsyah) harus menghadapi traumanya dengan kembali melakukan pencarian

penuh misteri di Gunung Sarangan!

Diproduseri oleh Chand Parwez Servia dan Mithu Nisar, film Pencarian Terakhir disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman. Dibintangi oleh Adzana Ashel, Donny Alamsyah, Artika Sari Devi, Razan Zu, Fatih Unru, Alika Jantinia, Fadi Alaydrus, hingga Dinda Mahira.

Film ini akan membawa misteri horor dengan balutan mitos pelanggaran pantangan makan dari orang asing yang membuat penonton merinding.

“Film Pencarian Terakhir adalah horor yang tidak konvensional. Bukan saja menghadirkan ketegangan dan adrenalin, namun juga ada banyak pesan dan kehangatan keluarga yang bisa kita rasakan saat menontonnya. Sesulit apapun kondisi kita, ada keluarga yang menerima dan mencari kita,” kata produser film

horor misteri Pencarian Terakhir Chand Parwez Servia dikutip VOI dari siaran media, Minggu, 24 Agustus.

“Persahabatan dari bapak-bapak di film ini akan membawa kisah yang hangat, sehingga sajian horor yang bukan saja mengandalkan jumpscare, tapi ada cerita keluarga yang kuat,” tambah sutradara Pencarian Terakhir Affandi Abdul Rachman.

Film Pencarian Terakhir sekaligus menjadi film tentang pendakian gunung yang ketiga yang diproduksi Starvision, setelah Sekawan Limo dan Petaka Gunung Gede, yang keduanya sebelumnya sama-sama sukses di box office.

Menjadi sekuel dari Pencarian Terakhir (2008), film ini akan menjadi pencerah dari misteri yang belum terungkap dari film pertamanya.

“Cerita ini bukan sekadar misteri horor tentang pencarian di gunung. Film ini juga membawa kisah tentang seorang bapak yang menyiapkan anaknya untuk bisa hidup mandiri di kehidupan masa depan anaknya. Hutan dan gunung di film ini adalah perumpamaan dari tantangan hidup. Ceritanya sangat dalam, ada juga sosok ibu yang pergi berkorban untuk menyelamatkan anaknya, dan ada suami yang pergi ke tempat mengerikan di dunia lain untuk mencari istrinya,” kata Donny Alamsyah.

Adzana Ashel, yang sebelumnya juga sukses dengan Petaka Gunung Gede, merasa kini sudah lebih enjoy untuk syuting di pegunungan. Memerankan Drupadi, ia

tumbuh dan dibesarkan oleh keluarga yang harmonis.

Namun, suatu ketika ayahnya berubah menjadi dingin, dan memaksanya menjadi sosok yang tangguh menghadapi dunia.

“Sebelumnya aku merasa beban untuk syuting di gunung, tapi kali ini bisa lebih mandiri,” kata Adzana Ashel.

Artika Sari Devi, yang kembali ke layar lebar sejak enam tahun terakhir, mengungkapkan ia begitu terkesan dengan seluruh jajaran pemeran termasuk para bintang muda di film ini. Artika yang kembali lagi setelah cukup lama vakum mengutarakan film ini menguras mental dan fisiknya.

“Film ini menantang secara mental maupun fisik. Selama syuting film ini, menjadi perjalanan baru bagi saya sebagai ibu. Setelah itu, saya juga berefleksi terhadap suami saya, dan makin sayang. Di sini juga disuguhkan relasi ayah dan anak perempuan, dan membuat saya berefleksi untuk mencari tahu lebih dalam tentang anak saya,” cerita Artika Sari Devi.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)