JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) resmi menghentikan rekayasa lalu lintas di Jalan Tol Binjai–Langsa Seksi 2 (Kuala Bingai–Tanjung Pura) sebagai tindak lanjut banjir dan tanah longsor di Sumatra.
Meski begitu, pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati karena masih terdapat genangan air dengan ketinggian sekitar 9 cm.
Selain itu, terdapat penyempitan jalur pada beberapa titik akibat penanganan gerusan dan genangan yang tengah berlangsung.
"Pengendara juga diimbau ekstra waspada setelah keluar Gerbang Tol Tanjung Pura maupun Pangkalan Brandan, mengingat jalur arteri di sekitar wilayah tersebut masih berpotensi mengalami banjir dan genangan," ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya Mardiansyah dalam keterangan resminya, Selasa, 2 Desember
Hutama Karya saat ini tengah melakukan penanganan gerusan di sejumlah titik, yaitu KM 18+200 Jalur A (arah Binjai ke Stabat); KM 33+350 Jalur A; KM 34+000 Jalur A; KM 36+900 Jalur A (arah Kuala Bingai ke Tanjung Pura) & B (arah Tanjung Pura ke Kuala Bingai); KM 38+400 Jalur A; KM 69+500 Jalur B; dan KM 74+400 Jalur A.
Penanganan gerusan dilakukan dengan penimbunan kembali, pemadatan dan perapihan lereng, pembuatan saluran sementara serta perkuatan Steel Sheet Pile (SSP) atau batu beronjong sesuai dengan kondisi perbaikan, untuk memastikan stabilitas dan keamanan jalan, khususnya saat curah hujan tinggi.
VOIR éGALEMENT:
Penanganan genangan dilakukan di KM 53+400 Jalur A dan B, dengan penyempitan jalur untuk pengaturan lalu lintas hanya dibuka lajur cepat.
Dengan demikian, dapat mengurangi beban kendaraan pada lajur lambat dan bahu luar serta perapihan area terdampak agar lajur tetap dapat dilalui dengan aman.
"Pengguna jalan diimbau untuk mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas pada titik ini," imbuhnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)