Partager:

JAKARTA - Geir O. Pedersen, utusan khusus PBB untuk Suriah meminta Israel untuk berhenti menyerang negara tersebut setelah pemerintahan Bashar al-Assad tumbang.

Pasukan pemberontak menyerbu ibu kota Damaskus pada Minggu, menggulingkan Assad dan mengambil kendali negara tersebut.

“Kami terus melihat pergerakan dan pemboman Israel ke wilayah Suriah. Ini perlu dihentikan. Ini sangat penting,” kata Pedersen berbicara di kantor PBB Jenewa pada Selasa, 10 November dilansir CNN.

Pada Senin, Israel mengatakan pihaknya menyerang senjata kimia Suriah. Mereka juga telah memindahkan pasukannya ke zona penyangga yang memisahkan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dari wilayah Suriah lainnya dan memerintahkan pembentukan “zona keamanan” lebih jauh di dalam wilayah Suriah.

“Tidak seorang pun, sama sekali tidak seorang pun yang melihat jatuhnya rezim Assad, termasuk kelompok pemberontak itu sendiri. Bahkan kelompok bersenjata yang kini menguasai Damaskus terkejut (tentang) apa yang terjadi,” katanya Pedersen.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+