Nutrisi Otak untuk Penderita Stroke yang Disarankan

YOGYAKARTA - Setelah mendapatkan pengobatan, tentu seseorang perlu memulihkan diri dari stroke yang dialami. Selama proses pemulihan ini, nutrisi menjadi salah satu hal yang wajib diperhatikan untuk menjaga kesehatan otak. Lantas, apa saja nutrisi otak untuk penderita stroke? Simak penjelasannya di bawah ini.

Selain menjalani berbagai macam terapi stroke, Anda juga harus memilah makanan pascastroke yang dikonsumsi.

Sebab, jika salah dalam menentukan makanan, justru dapat memperburuk kondisi Anda. Pilih makanan yang sehat dan tepat agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Dengan demikian, proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan Anda dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala.

Ragam Nutrisi Otak untuk Penderita Stroke

Untuk membantu Anda dalam menjaga kesehatan otak, mempercepat pemulihan, dan mengurangi kemungkinan stroke berulang, di bawah ini adalah daftar nutrisi yang harus Anda penuhi:

Vitamin D

Studi pada jurnal Current drug targets menjelaskan, kekurangan vitamin D berkaitan dengan salah satu faktor risiko stroke.

Di sisi lain, vitamin D juga telah terbukti dapat memberikan efek neuroprotektif, neuromuskular, dan osteoprotektif yang dapat mengurangi gangguan kognitif dan fungsional pada pasien pascastroke.

Studi lainnya menemukan fakta bahwa konsumsi suplemen vitamin D untuk penderita stroke selama tiga bulan memberikan hasil yang lebih baik dan signifikan.

Untuk mendapatkan asupan vitamin D, Anda dapat berjemur sinar matahari langsung.

Vitamin D dalam jumlah kecil juga bisa Anda dapatkan dari salmon, sarden, atau makarel, daging merah, jeroan, dan kuning telur.

Vitamin C

Asupan vitamin C, misalnya dari jeruk, stroberi, atau brokoli, sangat direkomendasikan untuk proses pemulihan tubuh setelah sakit.

Hal ini pun ternyata berlaku untuk penderita stroke. Pasalnya, vitamin C dapat membantu melindungi sel dan menjaga kesehatan pembuluh darah.

Di sisi lain, sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan ke-66 American Academy of Neurology mendapatkan fakta bahwa rata-rata orang yang terkena stroke hemoragik mengalami penurunan kadar vitamin C.

Dari hasil tersebut dapat kita simpulkan bahwa kekurangan vitamin C harus dipertimbangkan sebagai salah satu faktor risiko untuk jenis stroke ini.

Oleh sebab itu, pemenuhan kebutuhan nutrisi otak ini juga dapat membantu mengurangi risiko stroke, termasuk bagi penderita stroke itu sendiri.

Vitamin B12

Vitamin B12 menjadi salah satu nutrisi yang baik untuk otak. Bahkan, jenis vitamin ini disarankan untuk orang stroke sebab dapat membantu proses penyembuhan dan mengurangi risiko stroke berulang.

Pasalnya, vitamin B12 dapat membantu menambah fungsi otak pascastroke dan meningkatkan produksi neurotransmitter.

Sedangkan masalah kognitif sering kali terjadi pada pasien stroke, misalnya gangguan memori, spasial, konsentrasi, dan komunikasi.

Selain itu, vitamin B12 dapat membantu mengurangi tingkat homosistein yang tinggi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan trombosis dan stroke.

Agar kebutuhan vitamin B12 dapat terpenuhi, Anda dapat mengonsumsi daging, susu, telur, ikan, atau keju.

Vitamin E

Studi pada hewan menyimpulkan fakta bahwa salah satu jenis vitamin E, yaitu tocotrienol yang terkandung dalam minyak sawit, dapat membantu mengurangi kerusakan otak pascastroke.

Ini dapat terjadi karena sifat neuroprotektif yang ada dalam jenis vitamin ini.

Selain itu, vitamin E disebut mempunyai sifat khas yang bermanfaat untuk mencegah stroke, khususnya stroke iskemik.

Namun, Anda harus waspada, sebab mengonsumsi vitamin E berlebihan justru dapat meningkatkan risiko stroke hemoragik.

Vitamin E bisa Anda dapatkan dari makanan seperti kacang almond, biji bunga matahari, brokoli, bayam, dan minyak nabati.

Omega-3

Sudah banyak yang memahami jika asam lemak omega-3 menjadi salah satu nutrisi terbaik untuk otak.

Ternyata, manfaat ini tidak hanya baik untuk orang yang sehat, tetapi juga untuk siapa pun yang menderita stroke.

Dikutip dari jurnal Translational stroke research, perawatan dengan asam lemak tak jenuh ganda omega-3 dapat menambah fungsi kognitif spasial dan integritas hippocampus pada penderita stroke iskemik.

Dengan kata lain, nutrisi otak ini dapat bermanfaat bagi penderita stroke saat masa pemulihannya.

Untuk menerima manfaat tersebut, Anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3, misalnya ikan laut (sarden, mackerel, salmon, tuna), biji-bijian, kacang-kacangan, atau minyak nabati.

Demikianlah ulasan tentang nutrisi otak untuk penderita stroke. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.