Jawab Permohonan Junta Militer, Trump Siap Bantu Korban Gempa Myanmar
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan membantu Myanmar yang baru dilanda gempa bumi dahsyat.
Trump menjanjikannya usai junta militer penguasa Myanmar meminta permohonan bantuan.
“Kami akan membantu (Myanmar),” kata Trump saat ditanya awak media di Ruang Oval, Gedung Putih, AS, dikutip dari AFP, Minggu 30 Maret.
Ia pun memastikan bahwa Gedung Putih telah menghubungi otoritas Myanmar.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di Myanmar pada Jumat 28 Maret telah merenggut sedikitnya 1.000 korban jiwa dan melukai 2.300 orang lainnya.
Seberapa parah kerusakan yang disebabkan oleh gempa tersebut masih belum jelas.
Junta Myanmar, yang mengambil alih pemerintahan sipil pada 2021, mengatakan jumlah korban diperkirakan akan bertambah dan Myanmar menyambut bantuan internasional.
Tanggapan cepat Trump terhadap permintaan bantuan dari pemimpin junta, Min Aung Hlaing, disampaikan ketika Myanmar menghadapi sanksi Barat dan meningkatkan ketergantungannya pada China dan Rusia.