"It's okay"

"It's okay"

"It's okay"

JAKARTA – Topi ear muff TikTok dan topi MAGA (Make America Great Again) menghiasi para tamu dalam acara perayaan inagurasi Presiden Donald Trump di Washington pada Minggu, 19 Januari, yang juga disponsori oleh platform video pendek TikTok. Acara ini menjadi simbolik karena TikTok pernah hampir diblokir oleh Trump selama masa pemerintahannya sebelumnya.

Acara yang dinamakan Power 30 Awards ini berlangsung beberapa jam setelah TikTok mulai memulihkan layanannya di Amerika Serikat. Acara ini juga bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para influencer media sosial yang dianggap berkontribusi besar dalam membantu kampanye pemilihan ulang Trump.

Diadakan di Sax Restaurant and Lounge, pusat kota Washington, acara ini dihadiri oleh sejumlah influencer TikTok yang merekam momen-momen penting menggunakan kamera kecil dan bercengkerama di bar terbuka. Para tamu juga mendapatkan berbagai merchandise gratis seperti beanie TikTok, gelas shot, dan produk bertema Trump.

Acara ini diselenggarakan oleh Raquel Debono, yang dikenal sebagai penggagas acara kencan konservatif bertajuk “Make America Hot Again,” serta CJ Pearson, salah satu ketua Dewan Penasihat Pemuda Komite Nasional Partai Republik.

“Pemilu 2024 adalah pemilu pertama yang dipengaruhi secara besar oleh para influencer,” kata Pearson dikutip VOI dari Reuters. “Ketika kita melihat mandat yang diberikan kepada Presiden Trump, itu karena pemilih muda. Dan pemilih muda ini dijangkau secara unik melalui TikTok.”

Meski Trump hanya memenangkan 43% suara dari kelompok usia 18 hingga 29 tahun pada pemilu 2024, angka ini menunjukkan peningkatan 7 poin dibandingkan hasil pemilu 2020.Para tamu juga memberikan apresiasi kepada Trump atas perannya dalam memulihkan layanan TikTok.

“Terima kasih kepada Donald Trump,” ujar Bryce Hall, kreator konten TikTok dengan lebih dari 23 juta pengikut. “Sekarang dia memahami kekuatan Gen Z.”

TikTok mulai memulihkan layanannya di Amerika Serikat pada Minggu pagi, setelah Presiden terpilih Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan mengembalikan akses aplikasi tersebut begitu ia resmi menjabat kembali pada Senin.

Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mencari kemitraan untuk memulihkan aplikasi berbagi video pendek yang digunakan oleh 170 juta warga AS. Dalam sebuah pesan kepada pengguna TikTok beberapa jam sebelum acara, platform tersebut menyampaikan, “Berkat upaya Presiden Trump, TikTok kini kembali di Amerika Serikat.”

Namun, hingga Minggu malam, aplikasi tersebut masih belum tersedia untuk diunduh di toko aplikasi AS. Meski begitu, situs web TikTok dan aplikasinya kembali dapat diakses oleh pengguna.

TikTok sebelumnya berhenti beroperasi di AS pada Sabtu malam, menjelang diberlakukannya undang-undang yang melarang aplikasi tersebut atas dasar ancaman keamanan nasional. Pejabat AS sebelumnya memperingatkan bahwa di bawah kepemilikan ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, data pengguna Amerika dapat disalahgunakan.

CEO TikTok, Shou Zi Chew, dikabarkan akan menghadiri acara inagurasi Presiden AS serta mengikuti rapat umum bersama Trump pada Minggu, menurut sumber yang dirahasiakan.

JAKARTA – Topi ear muff TikTok dan topi MAGA (Make America Great Again) menghiasi para tamu dalam acara perayaan inagurasi Presiden Donald Trump di Washington pada Minggu, 19 Januari, yang juga disponsori oleh platform video pendek TikTok. Acara ini menjadi simbolik karena TikTok pernah hampir diblokir oleh Trump selama masa pemerintahannya sebelumnya.

Acara yang dinamakan Power 30 Awards ini berlangsung beberapa jam setelah TikTok mulai memulihkan layanannya di Amerika Serikat. Acara ini juga bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para influencer media sosial yang dianggap berkontribusi besar dalam membantu kampanye pemilihan ulang Trump.

Diadakan di Sax Restaurant and Lounge, pusat kota Washington, acara ini dihadiri oleh sejumlah influencer TikTok yang merekam momen-momen penting menggunakan kamera kecil dan bercengkerama di bar terbuka. Para tamu juga mendapatkan berbagai merchandise gratis seperti beanie TikTok, gelas shot, dan produk bertema Trump.

Acara ini diselenggarakan oleh Raquel Debono, yang dikenal sebagai penggagas acara kencan konservatif bertajuk “Make America Hot Again,” serta CJ Pearson, salah satu ketua Dewan Penasihat Pemuda Komite Nasional Partai Republik.

“Pemilu 2024 adalah pemilu pertama yang dipengaruhi secara besar oleh para influencer,” kata Pearson dikutip VOI dari Reuters. “Ketika kita melihat mandat yang diberikan kepada Presiden Trump, itu karena pemilih muda. Dan pemilih muda ini dijangkau secara unik melalui TikTok.”

Meski Trump hanya memenangkan 43% suara dari kelompok usia 18 hingga 29 tahun pada pemilu 2024, angka ini menunjukkan peningkatan 7 poin dibandingkan hasil pemilu 2020.Para tamu juga memberikan apresiasi kepada Trump atas perannya dalam memulihkan layanan TikTok.

“Terima kasih kepada Donald Trump,” ujar Bryce Hall, kreator konten TikTok dengan lebih dari 23 juta pengikut. “Sekarang dia memahami kekuatan Gen Z.”

TikTok mulai memulihkan layanannya di Amerika Serikat pada Minggu pagi, setelah Presiden terpilih Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan mengembalikan akses aplikasi tersebut begitu ia resmi menjabat kembali pada Senin.

Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mencari kemitraan untuk memulihkan aplikasi berbagi video pendek yang digunakan oleh 170 juta warga AS. Dalam sebuah pesan kepada pengguna TikTok beberapa jam sebelum acara, platform tersebut menyampaikan, “Berkat upaya Presiden Trump, TikTok kini kembali di Amerika Serikat.”

Namun, hingga Minggu malam, aplikasi tersebut masih belum tersedia untuk diunduh di toko aplikasi AS. Meski begitu, situs web TikTok dan aplikasinya kembali dapat diakses oleh pengguna.

TikTok sebelumnya berhenti beroperasi di AS pada Sabtu malam, menjelang diberlakukannya undang-undang yang melarang aplikasi tersebut atas dasar ancaman keamanan nasional. Pejabat AS sebelumnya memperingatkan bahwa di bawah kepemilikan ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, data pengguna Amerika dapat disalahgunakan.

CEO TikTok, Shou Zi Chew, dikabarkan akan menghadiri acara inagurasi Presiden AS serta mengikuti rapat umum bersama Trump pada Minggu, menurut sumber yang dirahasiakan.

JAKARTA – Topi ear muff TikTok dan topi MAGA (Make America Great Again) menghiasi para tamu dalam acara perayaan inagurasi Presiden Donald Trump di Washington pada Minggu, 19 Januari, yang juga disponsori oleh platform video pendek TikTok. Acara ini menjadi simbolik karena TikTok pernah hampir diblokir oleh Trump selama masa pemerintahannya sebelumnya.

Acara yang dinamakan Power 30 Awards ini berlangsung beberapa jam setelah TikTok mulai memulihkan layanannya di Amerika Serikat. Acara ini juga bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para influencer media sosial yang dianggap berkontribusi besar dalam membantu kampanye pemilihan ulang Trump.

Diadakan di Sax Restaurant and Lounge, pusat kota Washington, acara ini dihadiri oleh sejumlah influencer TikTok yang merekam momen-momen penting menggunakan kamera kecil dan bercengkerama di bar terbuka. Para tamu juga mendapatkan berbagai merchandise gratis seperti beanie TikTok, gelas shot, dan produk bertema Trump.

Acara ini diselenggarakan oleh Raquel Debono, yang dikenal sebagai penggagas acara kencan konservatif bertajuk “Make America Hot Again,” serta CJ Pearson, salah satu ketua Dewan Penasihat Pemuda Komite Nasional Partai Republik.

“Pemilu 2024 adalah pemilu pertama yang dipengaruhi secara besar oleh para influencer,” kata Pearson dikutip VOI dari Reuters. “Ketika kita melihat mandat yang diberikan kepada Presiden Trump, itu karena pemilih muda. Dan pemilih muda ini dijangkau secara unik melalui TikTok.”

Meski Trump hanya memenangkan 43% suara dari kelompok usia 18 hingga 29 tahun pada pemilu 2024, angka ini menunjukkan peningkatan 7 poin dibandingkan hasil pemilu 2020.Para tamu juga memberikan apresiasi kepada Trump atas perannya dalam memulihkan layanan TikTok.

“Terima kasih kepada Donald Trump,” ujar Bryce Hall, kreator konten TikTok dengan lebih dari 23 juta pengikut. “Sekarang dia memahami kekuatan Gen Z.”

TikTok mulai memulihkan layanannya di Amerika Serikat pada Minggu pagi, setelah Presiden terpilih Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan mengembalikan akses aplikasi tersebut begitu ia resmi menjabat kembali pada Senin.

Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mencari kemitraan untuk memulihkan aplikasi berbagi video pendek yang digunakan oleh 170 juta warga AS. Dalam sebuah pesan kepada pengguna TikTok beberapa jam sebelum acara, platform tersebut menyampaikan, “Berkat upaya Presiden Trump, TikTok kini kembali di Amerika Serikat.”

Namun, hingga Minggu malam, aplikasi tersebut masih belum tersedia untuk diunduh di toko aplikasi AS. Meski begitu, situs web TikTok dan aplikasinya kembali dapat diakses oleh pengguna.

TikTok sebelumnya berhenti beroperasi di AS pada Sabtu malam, menjelang diberlakukannya undang-undang yang melarang aplikasi tersebut atas dasar ancaman keamanan nasional. Pejabat AS sebelumnya memperingatkan bahwa di bawah kepemilikan ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, data pengguna Amerika dapat disalahgunakan.

CEO TikTok, Shou Zi Chew, dikabarkan akan menghadiri acara inagurasi Presiden AS serta mengikuti rapat umum bersama Trump pada Minggu, menurut sumber yang dirahasiakan.

JAKARTA – Topi ear muff TikTok dan topi MAGA (Make America Great Again) menghiasi para tamu dalam acara perayaan inagurasi Presiden Donald Trump di Washington pada Minggu, 19 Januari, yang juga disponsori oleh platform video pendek TikTok. Acara ini menjadi simbolik karena TikTok pernah hampir diblokir oleh Trump selama masa pemerintahannya sebelumnya.

Acara yang dinamakan Power 30 Awards ini berlangsung beberapa jam setelah TikTok mulai memulihkan layanannya di Amerika Serikat. Acara ini juga bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para influencer media sosial yang dianggap berkontribusi besar dalam membantu kampanye pemilihan ulang Trump.

Diadakan di Sax Restaurant and Lounge, pusat kota Washington, acara ini dihadiri oleh sejumlah influencer TikTok yang merekam momen-momen penting menggunakan kamera kecil dan bercengkerama di bar terbuka. Para tamu juga mendapatkan berbagai merchandise gratis seperti beanie TikTok, gelas shot, dan produk bertema Trump.

Acara ini diselenggarakan oleh Raquel Debono, yang dikenal sebagai penggagas acara kencan konservatif bertajuk “Make America Hot Again,” serta CJ Pearson, salah satu ketua Dewan Penasihat Pemuda Komite Nasional Partai Republik.

“Pemilu 2024 adalah pemilu pertama yang dipengaruhi secara besar oleh para influencer,” kata Pearson dikutip VOI dari Reuters. “Ketika kita melihat mandat yang diberikan kepada Presiden Trump, itu karena pemilih muda. Dan pemilih muda ini dijangkau secara unik melalui TikTok.”

Meski Trump hanya memenangkan 43% suara dari kelompok usia 18 hingga 29 tahun pada pemilu 2024, angka ini menunjukkan peningkatan 7 poin dibandingkan hasil pemilu 2020.Para tamu juga memberikan apresiasi kepada Trump atas perannya dalam memulihkan layanan TikTok.

“Terima kasih kepada Donald Trump,” ujar Bryce Hall, kreator konten TikTok dengan lebih dari 23 juta pengikut. “Sekarang dia memahami kekuatan Gen Z.”

TikTok mulai memulihkan layanannya di Amerika Serikat pada Minggu pagi, setelah Presiden terpilih Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan mengembalikan akses aplikasi tersebut begitu ia resmi menjabat kembali pada Senin.

Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mencari kemitraan untuk memulihkan aplikasi berbagi video pendek yang digunakan oleh 170 juta warga AS. Dalam sebuah pesan kepada pengguna TikTok beberapa jam sebelum acara, platform tersebut menyampaikan, “Berkat upaya Presiden Trump, TikTok kini kembali di Amerika Serikat.”

Namun, hingga Minggu malam, aplikasi tersebut masih belum tersedia untuk diunduh di toko aplikasi AS. Meski begitu, situs web TikTok dan aplikasinya kembali dapat diakses oleh pengguna.

TikTok sebelumnya berhenti beroperasi di AS pada Sabtu malam, menjelang diberlakukannya undang-undang yang melarang aplikasi tersebut atas dasar ancaman keamanan nasional. Pejabat AS sebelumnya memperingatkan bahwa di bawah kepemilikan ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, data pengguna Amerika dapat disalahgunakan.

CEO TikTok, Shou Zi Chew, dikabarkan akan menghadiri acara inagurasi Presiden AS serta mengikuti rapat umum bersama Trump pada Minggu, menurut sumber yang dirahasiakan.

JAKARTA – Topi ear muff TikTok dan topi MAGA (Make America Great Again) menghiasi para tamu dalam acara perayaan inagurasi Presiden Donald Trump di Washington pada Minggu, 19 Januari, yang juga disponsori oleh platform video pendek TikTok. Acara ini menjadi simbolik karena TikTok pernah hampir diblokir oleh Trump selama masa pemerintahannya sebelumnya.

Acara yang dinamakan Power 30 Awards ini berlangsung beberapa jam setelah TikTok mulai memulihkan layanannya di Amerika Serikat. Acara ini juga bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para influencer media sosial yang dianggap berkontribusi besar dalam membantu kampanye pemilihan ulang Trump.

Diadakan di Sax Restaurant and Lounge, pusat kota Washington, acara ini dihadiri oleh sejumlah influencer TikTok yang merekam momen-momen penting menggunakan kamera kecil dan bercengkerama di bar terbuka. Para tamu juga mendapatkan berbagai merchandise gratis seperti beanie TikTok, gelas shot, dan produk bertema Trump.

Acara ini diselenggarakan oleh Raquel Debono, yang dikenal sebagai penggagas acara kencan konservatif bertajuk “Make America Hot Again,” serta CJ Pearson, salah satu ketua Dewan Penasihat Pemuda Komite Nasional Partai Republik.

“Pemilu 2024 adalah pemilu pertama yang dipengaruhi secara besar oleh para influencer,” kata Pearson dikutip VOI dari Reuters. “Ketika kita melihat mandat yang diberikan kepada Presiden Trump, itu karena pemilih muda. Dan pemilih muda ini dijangkau secara unik melalui TikTok.”

Meski Trump hanya memenangkan 43% suara dari kelompok usia 18 hingga 29 tahun pada pemilu 2024, angka ini menunjukkan peningkatan 7 poin dibandingkan hasil pemilu 2020.Para tamu juga memberikan apresiasi kepada Trump atas perannya dalam memulihkan layanan TikTok.

“Terima kasih kepada Donald Trump,” ujar Bryce Hall, kreator konten TikTok dengan lebih dari 23 juta pengikut. “Sekarang dia memahami kekuatan Gen Z.”

TikTok mulai memulihkan layanannya di Amerika Serikat pada Minggu pagi, setelah Presiden terpilih Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan mengembalikan akses aplikasi tersebut begitu ia resmi menjabat kembali pada Senin.

Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mencari kemitraan untuk memulihkan aplikasi berbagi video pendek yang digunakan oleh 170 juta warga AS. Dalam sebuah pesan kepada pengguna TikTok beberapa jam sebelum acara, platform tersebut menyampaikan, “Berkat upaya Presiden Trump, TikTok kini kembali di Amerika Serikat.”

Namun, hingga Minggu malam, aplikasi tersebut masih belum tersedia untuk diunduh di toko aplikasi AS. Meski begitu, situs web TikTok dan aplikasinya kembali dapat diakses oleh pengguna.

TikTok sebelumnya berhenti beroperasi di AS pada Sabtu malam, menjelang diberlakukannya undang-undang yang melarang aplikasi tersebut atas dasar ancaman keamanan nasional. Pejabat AS sebelumnya memperingatkan bahwa di bawah kepemilikan ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, data pengguna Amerika dapat disalahgunakan.

CEO TikTok, Shou Zi Chew, dikabarkan akan menghadiri acara inagurasi Presiden AS serta mengikuti rapat umum bersama Trump pada Minggu, menurut sumber yang dirahasiakan.

JAKARTA – Topi ear muff TikTok dan topi MAGA (Make America Great Again) menghiasi para tamu dalam acara perayaan inagurasi Presiden Donald Trump di Washington pada Minggu, 19 Januari, yang juga disponsori oleh platform video pendek TikTok. Acara ini menjadi simbolik karena TikTok pernah hampir diblokir oleh Trump selama masa pemerintahannya sebelumnya.

Acara yang dinamakan Power 30 Awards ini berlangsung beberapa jam setelah TikTok mulai memulihkan layanannya di Amerika Serikat. Acara ini juga bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para influencer media sosial yang dianggap berkontribusi besar dalam membantu kampanye pemilihan ulang Trump.

Diadakan di Sax Restaurant and Lounge, pusat kota Washington, acara ini dihadiri oleh sejumlah influencer TikTok yang merekam momen-momen penting menggunakan kamera kecil dan bercengkerama di bar terbuka. Para tamu juga mendapatkan berbagai merchandise gratis seperti beanie TikTok, gelas shot, dan produk bertema Trump.

Acara ini diselenggarakan oleh Raquel Debono, yang dikenal sebagai penggagas acara kencan konservatif bertajuk “Make America Hot Again,” serta CJ Pearson, salah satu ketua Dewan Penasihat Pemuda Komite Nasional Partai Republik.

“Pemilu 2024 adalah pemilu pertama yang dipengaruhi secara besar oleh para influencer,” kata Pearson dikutip VOI dari Reuters. “Ketika kita melihat mandat yang diberikan kepada Presiden Trump, itu karena pemilih muda. Dan pemilih muda ini dijangkau secara unik melalui TikTok.”

Meski Trump hanya memenangkan 43% suara dari kelompok usia 18 hingga 29 tahun pada pemilu 2024, angka ini menunjukkan peningkatan 7 poin dibandingkan hasil pemilu 2020.Para tamu juga memberikan apresiasi kepada Trump atas perannya dalam memulihkan layanan TikTok.

“Terima kasih kepada Donald Trump,” ujar Bryce Hall, kreator konten TikTok dengan lebih dari 23 juta pengikut. “Sekarang dia memahami kekuatan Gen Z.”

TikTok mulai memulihkan layanannya di Amerika Serikat pada Minggu pagi, setelah Presiden terpilih Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan mengembalikan akses aplikasi tersebut begitu ia resmi menjabat kembali pada Senin.

Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mencari kemitraan untuk memulihkan aplikasi berbagi video pendek yang digunakan oleh 170 juta warga AS. Dalam sebuah pesan kepada pengguna TikTok beberapa jam sebelum acara, platform tersebut menyampaikan, “Berkat upaya Presiden Trump, TikTok kini kembali di Amerika Serikat.”

Namun, hingga Minggu malam, aplikasi tersebut masih belum tersedia untuk diunduh di toko aplikasi AS. Meski begitu, situs web TikTok dan aplikasinya kembali dapat diakses oleh pengguna.

TikTok sebelumnya berhenti beroperasi di AS pada Sabtu malam, menjelang diberlakukannya undang-undang yang melarang aplikasi tersebut atas dasar ancaman keamanan nasional. Pejabat AS sebelumnya memperingatkan bahwa di bawah kepemilikan ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, data pengguna Amerika dapat disalahgunakan.

CEO TikTok, Shou Zi Chew, dikabarkan akan menghadiri acara inagurasi Presiden AS serta mengikuti rapat umum bersama Trump pada Minggu, menurut sumber yang dirahasiakan.

JAKARTA TikTok ear muff hat and MAGA hat (Make America Great Again) adorn guests at the celebration of President Donald Trump's inauguration in Washington on Sunday, January 19, which was also sponsored by the short video platform TikTok. This event became symbolic because TikTok was almost blocked by Trump during his previous administration.

The event, called the Power 30 Awards, took place hours after TikTok began restoring its services in the United States. The event also aims to reward social media influencers who are considered to have contributed greatly to helping Trump's re-election campaign.

Held at Sax Restaurant and Lounge, downtown Washington, the event was attended by a number of TikTok influencers who recorded important moments using small cameras and chatting in open bars. Guests also get various free merchandise such as TikTok beacons, shot glasses, and Trump-themed products.

The event was hosted byUL Debono, known as the initiator of a conservative dating show titled Make America Hot Again, and CJ Pearson, co-chairman of the National Committee for Youth Advisory Council of Republicans.

"The 2024 election was the first election to be largely influenced by influencers," Pearson was quoted as saying by VOI from Reuters. When we look at the mandate given to President Trump, it's because of young voters. And these young voters are uniquely reached via TikTok.

Although Trump only won 43% of the votes from the 18 to 29 year age group in the 2024 election, this figure shows a 7 point increase compared to the 2020 election results. Guests also gave Trump appreciation for his role in restoring TikTok services.

"Thank you to Donald Trump," saidten Hall, creator of TikTok content with more than 23 million followers. "Now he understands Gen Z's strength"

TikTok began restoring its services in the United States on Sunday morning, after President-elect Donald Trump announced that he would restore access to the app once he officially took office on Monday.

Trump also said that the United States would seek partnerships to restore the short video sharing app used by 170 million US citizens. In a message to TikTok users hours before the event, the platform said, "Thanks to President Trump's efforts, TikTok is now back in the United States."

However, as of Sunday evening, the app is still not available for download in US app stores. Even so, the TikTok website and its application can again be accessed by users.

TikTok previously stopped operating in the US on Saturday night, ahead of the enactment of a law banning the app on the basis of national security threats. US officials previously warned that under the ownership of ByteDance, China's parent company TikTok, American user data could be misused.

TikTok CEO Shou Zi Chew is rumored to be attending the US President's inauguration event and attending a rally with Trump on Sunday, according to an undisclosed source.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+