YOGYAKARTA - PSIM Yogyakarta tak memasang target tinggi saat debut di kompetisi Super League 2025/2026. PSIM memilih realistis dan berharap bisa meraup 42 poin agar bisa bertahan di kasta tertinggi.
Persaingan ketat di kasta tertinggi menjadikan PSIM sadar diri. Bukan perkara mudah bersaing dengan Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya hingga Bali United dan PSM Makassar yang sudah malang-melintang di Liga 1.
Kini, PSIM kembali datang ke Super League setelah cukup lama berkutat di Liga 2. Musim lalu, Laskar Mataram finis sebagai juara sehingga impian berkompetisi di kasta tertinggi akhirnya kesampaian.
Hanya Direktur Utama PSIM Liana Tasno tak langsung memasang target tinggi. Menurut dia PSIM cukup bertahan dulu dalam debutnya.
Lalu bagaimana peluang PSIM di Super Lague. Menurut prediksi PSIM Stats, komunitas suporter Laskar Mataram yang bergerak di bidang statistik, target Rafinha agar tidak terdegradasi saat baru satu musim naik kasta bisa terealisir.
Menurut Dhimas Deworo, personel PSIM Stats, berdasar perhitungannya, target realistis bagi Laskar Mataram musim ini adalah selamat dari degradasi. Hanya PSIM butuh minimal 40 poin dari 34 pertandingan untuk memastikan PSIM bertahan di kasta tertinggi.
Namun dari hitung-hitungan lawan yang dihadapi, baik di laga kandang maupun tandang, Dhimas memprediks iPSIM setidaknya berpeluang mengamankan 42 poin. Raihan tersebut diperoleh dari hasil 12 kali menang, 6 kali seri dan 16 kekalahan dari seluruh pertandingan yang dilakoni di Super League.
"Untuk bertahan di Super League minimal butuh 40 poin. Ini merujuk klasemen Liga 1 musim lalu. Namun kalau target 42 poin itu terealisasi, PSIM aman dari degradasi," katan Dimas, Kamis, 31 Juli 2025.
"Raihan 42 poin itu estimasi untuk bertahan. Apakah target itu realistis? Tentunya masih perlu di-challenge lagi," ujarnya.
PSIM Stats pun telah membedah peta kekuatan calon pesaing skuadJean-Paul van Gastel serta membaginya dalam tiga level. Pada level pertama berisi klub-klub unggulan, seperti Persib, Dewa United, Bali United, Persija, Persebaya dan Borneo FC.
"Dari total 14 laga home dan away menghadapi 7 klub itu, PSIM kemungkinan bisa meraih delapan poin dari dua kali menang, dua kali imbang dan 10 kali kalah," ujarnya.
Sementara, menghadapi tim level dua seperti PSM, Arema Malang, Persis Solo, Persik Kediri, Bhayangkara FC, dan Persita Tangerang, PSIM berpeluang mengamankan 15 poin.
Torehan tersebut diperoleh dari hasil empat kali menang, tiga kali imbang, dan lima kali kalah dalam 12 pertandingan menghadapi ketujuh klub level dua.
"Tim yang masuk di level dua ini punya kekuatan yang cenderung sedang. Cukup realistis PSIM bisa meraih 15 poin di situ," kata Dhimas lagi.
Sebaliknya, PSIM berpeluang meraup tiga poin ketika menghadapi deretan klub di level 3. Selaras peta kekuatan yang dibedah PSIM Stats, kategori paling buncit itu dihuni PSBS Biak, Persijap Jepara, Semen Padang, dan Madura United.
"Estimasinya bisa meraih 19 poin. Dari total delapan laga kandang dan tandang, seharusnya cuma sekali kalah, lalu 6 kali menang, dan sekali imbang," tutur Dhimas.
Lebih lanjut, Dhimas pun mengungkapkan, skuat Laskar Mataram musim ini sebetulnya tidak terlampau berpengalaman di kompetisi kasta tertinggi tanah air.
Berstatus klub promosi, dari 26 pemain yang direkrut PSIM, hanya 14 saja yang mempunyai jam terbang di liga teratas, baik musim lalu, atau sebelumnya.
"Ada 10 pemain yang bermain di Liga 1 musim lalu, dengan total bermain 1.224 menit. Mereka rata-rata bermain 50,4 menit per pertandingan," ucapnya.
PSIM sendiri melakoni laga perdana di Super League dengan melakoni laga tandang melawan Persebaya, 8 Agustus 2025.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)