JAKARTA - Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI/IACS) 2026 diharapkan akan memperkuat people-to-people connectivity di Kawasasan ASEAN, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap nilai keberagaman, toleransi dan perdamaian.
Mengusung tema "Celebrating Cultural Strength, Inspiring Global Youth," program tahun yang dibuka di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta pada Hari Senin ini menghadirkan 12 peserta dari negara-negara ASEAN untuk memperkuat persahabatan kawasan melalui seni, budaya dan pertukaran antarmasyarakat.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Duta Besar Heru Hartanto Subolo menerangkan, Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) merupakan salah satu program unggulan diplomasi publik Indonesia yang memanfaatkan seni dan budaya sebagai sarana memperkuat persahabatan antarbangsa.
"Dikatakan, tema tahun ini mengingatkan kita bahwa budaya bukan hanya menjadi sumber kepercayaan diri suatu bangsa, tetapi juga merupakan kekuatan yang mampu menghubungkan masyarakat melampaui batas-batas negara," jelas Dubes Heru, melansir keterangan Kemlu RI, Rabu (5/8).
"Dengan merayakan kekuatan budaya Indonesia, kita menghargai nilai-nilai, kreativitas, keberagaman, serta tradisi hidup yang membentuk jati diri bangsa," tandasnya.
Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI Ani Nigeriawati selaku Ketua Panitia BSBI 2026 menyampaikan, tahun ini merupakan penyelenggaraan BSBI yang ke-22 sejak pertama kali diinisiasi pada tahun 2003.
Menurutnya, selama lebih dari dua dekade dengan 1081 alumni dari 85 negara, BSBI telah berkembang menjadi salah satu platform penting diplomasi publik Indonesia dalam mempererat hubungan antarmasyarakat melalui seni dan budaya.
"Melalui Program BSBI 2026, kami berharap para peserta dapat semakin mengenal dan mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia, sekaligus memperkuat persahabatan, saling pengertian, dan kerja sama di antara masyarakat ASEAN," jelas Ani.
"Kami percaya bahwa interaksi langsung melalui seni dan budaya akan mempererat hubungan antarmasyarakat serta memperkuat rasa kebersamaan sebagai bagian dari komunitas ASEAN," tambahnya..
Sementara itu, sebagai implementing agency tahun ini, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali dipercaya untuk menyelenggarakan program pembelajaran yang memadukan pendidikan seni, budaya, bahasa Indonesia, serta pengalaman hidup bersama masyarakat.
Melalui kurikulum yang dirancang secara komprehensif, para peserta akan mengikuti berbagai lokakarya seni budaya, pembelajaran Bahasa Indonesia, kunjungan budaya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta interaksi langsung dengan komunitas lokal.
"Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2026. Selama mengikuti program ini, para peserta akan memiliki kesempatan untuk mengenal dan mendalami kekayaan seni dan budaya Indonesia secara langsung melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan pengalaman budaya yang telah disiapkan," jelas Sekretaris Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Dr. Suyono dalam pidatonya.
"Kami berharap pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan para peserta, tetapi juga melahirkan persahabatan yang berkelanjutan serta menjadi kenangan berharga setelah kembali ke negara masing- masing," tandasnya.
اقرأ أيضا:
Selama kurang lebih 45 hari, para peserta akan mengenal keberagaman budaya Indonesia melalui pengalaman yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga praktis dan partisipatif.
Program ini diharapkan dapat memperkuat people-to-people connectivity di kawasan ASEAN sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap nilai- nilai keberagaman, toleransi, dan perdamaian.
Diketahui, peserta BSBI tahun ini berasal dari Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Tailan, Timor Leste dan Viet Nam.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)