JAKARTA - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada Hari Minggu mengatakan, pabrik produksi air berat Iran di Khondab, yang menurut laporan negara tersebut terkena serangan pada Hari Jumat, telah mengalami kerusakan parah dan tidak lagi beroperasi.

Instalasi tersebut tidak mengandung material nuklir yang dinyatakan, kata badan pengawas nuklir PBB dalam sebuah unggahan media sosial di X, melansi Al Arabiya (30/3).

Sebelumnya, militer Israel mengonfirmasi telah menyerang pabrik air berat Khondab di lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai Arak, dikutip dari The Wall Street Journal

Militer Israel mengonfirmasi telah menyerang reaktor air berat dan pabrik pengolahan uranium di Iran tengah pada Hari Jumat.

"Angkatan Udara Israel menyerang pabrik air berat di Arak, Iran tengah," kata militer dalam sebuah pernyataan, menggambarkan lokasi yang diserang pada 27 Maret itu sebagai "lokasi produksi plutonium utama untuk senjata nuklir."

Sedangkan media Iran melaporkan serangan AS-Israel menghantam kompleks air berat Khondab, namun tidak menyebabkan korban jiwa atau kebocoran radiasi dari lokasi tersebut.

Pekerjaan pada reaktor di pinggiran desa Khondab dimulai pada tahun 2000-an, tetapi dihentikan berdasarkan ketentuan kesepakatan nuklir tahun 2015 yang sekarang telah ditinggalkan antara Iran dan kekuatan dunia.

Inti reaktor telah dikeluarkan dan beton dituangkan ke dalamnya, sehingga reaktor tersebut tidak dapat beroperasi.

Reaktor penelitian tersebut secara resmi dimaksudkan untuk menghasilkan plutonium untuk penelitian medis dan lokasi tersebut mencakup pabrik produksi air berat.

Terpisah, militer Israel juga mengonfirmasi mereka menyerang lokasi pengolahan uranium di Yazd, Iran tengah, pada Hari Jumat, setelah organisasi energi atom Iran mengatakan serangan AS-Israel menghantam fasilitas tersebut.

"Angkatan Udara Israel menyerang pabrik ekstraksi uranium yang terletak di Yazd, Iran tengah," kata militer dalam sebuah pernyataan, menggambarkan lokasi tersebut sebagai "fasilitas unik di Iran yang digunakan untuk produksi bahan baku yang dibutuhkan untuk proses pengayaan uranium."

Organisasi energi atom Iran mengatakan serangan terhadap pabrik tersebut "tidak mengakibatkan pelepasan bahan radioaktif apa pun."

Diketahui, Israel dan AS menuduh Iran berupaya memperoleh senjata nuklir, sementara Teheran mempertahankan bahwa programnya adalah untuk tujuan sipil.

Pabrik air berat di Arak menjadi sasaran serangan Israel selama perang 12 hari antara Iran dan Israel Juni lalu, di mana AS juga melakukan pemboman.

Kawasan Timur Tengah terjerumus ke dalam perang pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, memicu serangan balasan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan beberapa negara di kawasan tersebut.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+