JAKARTA- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfan meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) untuk menyiapkan strategi khusus sebelum membangun kompleks pusat pelatihan atlet modern berbasis sports science.
Apalagi, pusat pelatihan atlet itu nantinya akan terintegrasi sebagai pusat pembinaan jangka panjang, yang digadang-gadang bakal menjadi pusat pelatihan terbesar di Asia Tenggara.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh rencana Kemenpora. Tetapi untuk memastikan pusat pelatihan ini benar-benar mampu melahirkan atlet-atlet andal, perlu disusun strategi komprehensif, mulai dari konsep, kurikulum pembinaan, manajemen fasilitas, hingga pengembangan sports science yang berkelanjutan,” ujar Lalu Hadrian, Senin, 24 November.
Lalu berharap, pusat pelatihan tersebut nantinya menjadi ruang lahirnya generasi atlet masa depan, sekaligus menjadi simbol kemajuan industri olahraga nasional.
SEE ALSO:
Ia pun menegaskan bahwa Komisi X DPR RI siap membahas rencana strategis tersebut bersama Kemenpora, termasuk mendalami kebutuhan regulasi, anggaran, maupun desain kebijakan yang diperlukan.
Lalu juga mengingatkan, proyek pembangunan pusat pelatihan atlet itu harus berkelanjutan, sehingga bisa tuntas dan tidak ada yang mangkrak pembangunannya.
“Komisi X siap duduk bersama dan membahas secara mendalam. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan pusat pelatihan ini bukan hanya besar secara fisik, tetapi juga kuat secara konsep, pengelolaan, dan hasil,” katanya.
JAKARTA- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfan meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) untuk menyiapkan strategi khusus sebelum membangun kompleks pusat pelatihan atlet modern berbasis sports science.
Apalagi, pusat pelatihan atlet itu nantinya akan terintegrasi sebagai pusat pembinaan jangka panjang, yang digadang-gadang bakal menjadi pusat pelatihan terbesar di Asia Tenggara.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh rencana Kemenpora. Tetapi untuk memastikan pusat pelatihan ini benar-benar mampu melahirkan atlet-atlet andal, perlu disusun strategi komprehensif, mulai dari konsep, kurikulum pembinaan, manajemen fasilitas, hingga pengembangan sports science yang berkelanjutan,” ujar Lalu Hadrian, Senin, 24 November.
Lalu berharap, pusat pelatihan tersebut nantinya menjadi ruang lahirnya generasi atlet masa depan, sekaligus menjadi simbol kemajuan industri olahraga nasional.
SEE ALSO:
Ia pun menegaskan bahwa Komisi X DPR RI siap membahas rencana strategis tersebut bersama Kemenpora, termasuk mendalami kebutuhan regulasi, anggaran, maupun desain kebijakan yang diperlukan.
Lalu juga mengingatkan, proyek pembangunan pusat pelatihan atlet itu harus berkelanjutan, sehingga bisa tuntas dan tidak ada yang mangkrak pembangunannya.
“Komisi X siap duduk bersama dan membahas secara mendalam. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan pusat pelatihan ini bukan hanya besar secara fisik, tetapi juga kuat secara konsep, pengelolaan, dan hasil,” katanya.
JAKARTA- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfan meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) untuk menyiapkan strategi khusus sebelum membangun kompleks pusat pelatihan atlet modern berbasis sports science.
Apalagi, pusat pelatihan atlet itu nantinya akan terintegrasi sebagai pusat pembinaan jangka panjang, yang digadang-gadang bakal menjadi pusat pelatihan terbesar di Asia Tenggara.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh rencana Kemenpora. Tetapi untuk memastikan pusat pelatihan ini benar-benar mampu melahirkan atlet-atlet andal, perlu disusun strategi komprehensif, mulai dari konsep, kurikulum pembinaan, manajemen fasilitas, hingga pengembangan sports science yang berkelanjutan,” ujar Lalu Hadrian, Senin, 24 November.
Lalu berharap, pusat pelatihan tersebut nantinya menjadi ruang lahirnya generasi atlet masa depan, sekaligus menjadi simbol kemajuan industri olahraga nasional.
SEE ALSO:
Ia pun menegaskan bahwa Komisi X DPR RI siap membahas rencana strategis tersebut bersama Kemenpora, termasuk mendalami kebutuhan regulasi, anggaran, maupun desain kebijakan yang diperlukan.
Lalu juga mengingatkan, proyek pembangunan pusat pelatihan atlet itu harus berkelanjutan, sehingga bisa tuntas dan tidak ada yang mangkrak pembangunannya.
“Komisi X siap duduk bersama dan membahas secara mendalam. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan pusat pelatihan ini bukan hanya besar secara fisik, tetapi juga kuat secara konsep, pengelolaan, dan hasil,” katanya.
JAKARTA - Deputy Chairman of Commission X DPR RI, Then Hadrian Irfan asked the Ministry of Youth and Sports of the Republic of Indonesia (Kemenpora) to prepare a special strategy before building a modern sports science-based training center complex.
Moreover, the athlete training center will later be integrated as a long-term coaching center, which is predicted to be the largest training center in Southeast Asia.
"We welcome and fully support the Kemenpora's plan. But to ensure that this training center is truly able to produce reliable athletes, a comprehensive strategy needs to be drawn up, starting from concepts, coaching curriculum, facility management, to sustainable sports science development," said Lalu Hadrian, Monday, November 24.
Lalu berharap, pusat pelatihan tersebut nantinya menjadi ruang lahirnya generasi atlet masa depan, sekaligus menjadi simbol kemajuan industri olahraga nasional.
SEE ALSO:
SEE ALSO:
He also emphasized that Commission X of the DPR RI is ready to discuss the strategic plan with the Ministry of Youth and Sports, including exploring the necessary regulatory, budget, and policy design needs.
Lalu juga mengingatkan, proyek pembangunan pusat pelatih itu harus berkelanjutan, sehingga bisa tuntas dan tidak ada yang mangkrak pembangunannya.
Commission X is ready to sit down and discuss in-depth. We want to ensure that the construction of this training center is not only physically large, but also robust conceptually, management, and results," he said.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)