JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) menilai penetapan tersangka terhadap Roy Suryo dan sejumlah pihak dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sudah sesuai prosedur.
Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, mengatakan langkah penyidik Polda Metro Jaya patut dihormati karena dilakukan melalui pemeriksaan mendalam. “Penetapan tersangka Roy Suryo dkk harus dihormati. Prosesnya sudah dilakukan secara cermat dan sesuai ketentuan,” ujar Sugeng dalam keterangan tertulis, Senin 10 November.
Sugeng menyebut, dalam penyelidikan kasus tersebut, polisi telah memeriksa 117 saksi, termasuk ahli pidana, psikologi, dan sosiologi. Ia menilai penetapan tersangka sudah memiliki dasar kuat.
“Apalagi tuduhan Roy Suryo cs soal ijazah palsu sudah dinyatakan tidak benar dan penyelidikannya dihentikan karena ijazah Pak Jokowi identik,” jelasnya.
Menurut Sugeng, penetapan tersangka ini tidak bisa disebut sebagai kriminalisasi. Ia menegaskan, tindakan Roy Suryo dkk telah dinilai merendahkan martabat seseorang.
“Ini bukan kriminalisasi terhadap kebebasan berpendapat. Ada perbuatan yang menyinggung harkat dan martabat seseorang, dalam hal ini Presiden Jokowi,” katanya.
Sugeng juga menilai Jokowi berhak melaporkan kasus tersebut sebagai pribadi yang merasa nama baiknya dicemarkan. “Kritik dan tuduhan yang merendahkan martabat itu berbeda. Jadi langkah hukum ini sah,” tegasnya.
[see_also]
- https://voi.id/berita/531978/diperkirakan-ada-104-ribu-kasus-tbc-di-jawa-tengah-baru-ditemukan-72-ribu
- https://voi.id/lifestyle/531736/5-tarian-daerah-sumatera-utara-dan-penjelasan-maknanya
- https://voi.id/olahraga/531985/benjamin-sesko-cedera-lutut-manchester-united-ketar-ketir
[/see_also]
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengumumkan delapan tersangka dalam kasus dugaan fitnah dan manipulasi data elektronik terkait tudingan ijazah palsu Jokowi.
“Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus pencemaran nama baik, fitnah, dan manipulasi data elektronik yang dilaporkan Bapak Insinyur Joko Widodo,” ujar Asep di Mapolda Metro Jaya, Jumat kemarin.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)