JAKARTA - Pria Inggris berusia 32 tahun didakwa dengan 10 sangkaan percobaan pembunuhan atas serangan pisau di kereta api pada Sabtu pekan lalu. Polisi menyebut kasus ini bukan tindak pidana terorisme.
Sebelas orang terluka dalam penusukan massal di kereta, termasuk seorang kru kereta yang masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis namun stabil.
Pria tersebut terluka saat mencoba menghentikan terdakwa yang hendak menikam orang lain.
Serangan di kereta api tujuan London yang kemudian berhenti di Huntingdon sekitar 128 kilometer di utara London tersebut menggemparkan negara, dan mendorong pernyataan dari Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles, yang menyampaikan belasungkawa kepada korban.
Dilansir Reuters, Senin, 3 November, Layanan Penuntutan Mahkota Inggris mengatakan Anthony Williams, 32, didakwa dengan 11 tuduhan percobaan pembunuhan, satu tuduhan penyerangan yang mengakibatkan cedera fisik, dan dua tuduhan kepemilikan benda tajam.
Sepuluh dari tuduhan percobaan pembunuhan tersebut terkait dengan serangan kereta api, kata Kepolisian Transportasi Inggris.
Sementara tuduhan kesebelas terkait dengan insiden di sebuah stasiun di London timur pada hari yang sama.
SEE ALSO:
Williams, yang berasal dari Peterborough di Inggris timur, akan hadir di Pengadilan Magistrat Peterborough pada Senin malam. Dakwaan diajukan setelah meninjau rekaman CCTV dari kereta api di antara bukti-bukti lainnya.
Menteri Perhubungan Heidi Alexander mengonfirmasi pada Senin, pria tersebut tidak dikenal oleh dinas keamanan. Ia menolak berkomentar apakah pria tersebut terlacak oleh dinas kesehatan mental.
Lima korban luka telah dipulangkan dari rumah sakit pada Minggu malam.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)