JAKARTA - Belum lama ini tren metode liburan dengan pasangan yang unik, yakni airport divorce. Ini merupakan liburan dengan pasangan, yang memberikan waktu berpisah sejenak untuk menambah kebahagiaan dan ketenagan.
Tren tersebut diperkenalkan oleh jurnalis perjalanan asal Inggris, Huw Oliver. Oliver mengatakan bahwa ia dan tunangannya memiliki kebiasaan berbeda saat berada di bandara.
Oliver suka datang empat jam lebih awal dan bersantai di lounge, sedangkan pasangannya lebih memilih menikmati koktail dan berbelanja di duty free. Dibanding kesal karena perbedaan, mereka menemukan hal tersebut menjadi solusi unik, hingga tercipta airport divorce atau bercerai sementara di bandara.
Setelah melewati pemeriksaan keamanan bersama, Oliver dan pasangannya berpisah untuk menikmati waktu masing-masing sebelum akhirnya kembali bertemu di pesawat.
“Banyak orang menyebut ini kompromi, tapi bagi kami, airport divorce membuat hubungan menjadi lebih sehat. Kami tidak di tujuan dengan suasana hati yang lebih baik,” kata Oliver, dikutip dari ENews, pada Senin, 10 November 2025.
SEE ALSO:
Tren ini mendapatkan beragam respons di media sosial. Ada yang menyebutnya sebagai ide yang cerdas untuk menghindari stres perjalanan, tetapi ada juga yang menganggapnya aneh.
Meski demikian, konsep tren tersebut menyoroti satu hal penting. Hal tersebut adalah pasangan yang bahagia bukan berarti harus selalu bersama setiap waktu.
Kemunculan airport divorce ini juga semakin memperlihatkan bahwa dunia perjalanan kini semakin penuh warna dan ekspresi personal. Ini karena pada akhirnya liburan terbaik adalah yang membuat hati tenang, baik bersama maupun saat sendiri sejenak.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)