JAKARTA - Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Rizky Adriansyah, mengungkapkan radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus Grup A dapat menimbulkan komplikasi serius berupa penyakit jantung rematik.
Dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Jakarta Pusat pada Senin lalu, dr. Rizky menjelaskan bahwa demam rematik yang muncul kembali atau berlangsung berat dalam kurun satu hingga lima minggu setelah infeksi tenggorokan akibat Streptococcus Grup A, berpotensi menyebabkan penyakit jantung rematik.
"Demam rematik dan penyakit jantung rematik ini sebenarnya dua penyakit yang sangat berkaitan satu sama lain, tapi berbeda. Ini hubungan sebab-akibatnya jelas," kata dokter Rizky, seperti dikutip ANTARA.
Sebagai Ketua Unit Kerja Koordinasi Kardiologi IDAI, ia menjelaskan bahwa penyakit jantung rematik bisa menyebabkan kerusakan permanen pada katup jantung, yang pada akhirnya dapat berujung pada gagal jantung atau stroke.
"Kalau kasus kerusakan katup jantungnya ini awalnya ringan lama-lama jadi berat atau dari awal dia sudah berat, akhirnya itu perlu operasi katup jantung," katanya.
Menurutnya, anak-anak berusia 5–15 tahun merupakan kelompok yang paling rentan terhadap demam rematik serta penyakit jantung rematik akibat infeksi tenggorokan oleh bakteri Streptococcus Grup A.
Gejala radang tenggorokan akibat infeksi ini antara lain demam tinggi lebih dari 48 jam, nyeri saat menelan, batuk berat, pembengkakan kelenjar di leher, amandel yang merah dan membesar, serta munculnya ruam kemerahan pada kulit.
Sementara itu, demam rematik yang timbul beberapa minggu setelah radang tenggorokan bisa disertai bengkak pada sendi, ruam merah berbentuk lingkaran, gerakan tubuh tak terkendali (seperti menari), hingga keluhan jantung seperti sesak napas, jantung berdebar, dan cepat lelah.
"Kalau ada anak mengalami infeksi tenggorok itu harus segera diobati, jangan dibiarkan. Kemudian jaga kebersihan alat makan dan sanitasi," ujar dokter Rizky.
SEE ALSO:
Ia menambahkan, jika anak mengalami demam yang tidak mereda dalam dua hari, sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Kalau dia sudah jatuh ke demam rematik, maka dokter akan melakukan pemeriksaan yang lain seperti jantung dan darah," katanya.
"Kalau sudah penyakit jantung rematik, biasanya dokter akan periksa jantungnya lebih detail lagi. Ada suara jantung yang tidak normal seperti bocor, artinya ada kebocoran di jantung," ia menambahkan.
Rizky menilai, munculnya penyakit ini erat kaitannya dengan lingkungan yang padat penduduk, ventilasi yang buruk, sanitasi yang tidak memadai, serta akses kesehatan yang terbatas.
Ia menegaskan pentingnya menerapkan gaya hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan infeksi Streptococcus Grup A.
Langkah pencegahan tersebut meliputi tidak berbagi alat makan, menyikat gigi secara teratur, menutup mulut saat bersin, mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas, mengurangi kepadatan kamar tidur, serta memastikan ventilasi di rumah dan sekolah berfungsi baik.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)