JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras dalam negeri akan mencapai 34,77 juta ton sepanjang Januari-Desember 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan, proyeksi produksi beras dalam negeri yang melimpah itu sejalan dengan potensi produksi beras subround III, yakni pada September-Desember 2025 yang akan mencapai 9,50 juta ton.

BPS memperkirakan produksi beras sepanjang September-Desember 2025 bakal meningkat sebanyak 0,76 juta ton atau 8,73 persen dibandingkan pada periode sama 2024 yang sebanyak 8,74 juta ton beras.

"Dengan demikian, potensi produksi beras sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan akan mencapai 34,77 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 4,15 juta ton atau 13,54 persen dibandingkan dengan periode sama tahun 2024," ucap Pudji dalam Rilis BRS di Jakarta, Senin, 3 November.

Pudji menyebut, peningkatan potensi produksi beras sepanjang Januari-Desember 2025 itu utamanya disumbang oleh peningkatan pada subround I, yakni pada Januari-April 2025 yang meningkat sebesar 26,54 persen menjadi 14,01 juta ton.

Adapun potensi produksi 34,77 juta ton beras hingga akhir 2025 itu sejalan dengan potensi luas panen padi subround III yang mencapai 3,04 juta hektare. Luasnya mengalami peningkatan seluas 0,27 juta hektare atau 9,77 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

Sehingga, potensi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan akan mencapai 11,35 juta hektare atau mengalami peningkatan seluas 1,30 juta hektare atau 12,98 persen dibandingkan dengan periode sama tahun 2024.

BPS mencatat, peningkatan potensi luas panen Januari-Desember 2025 itu utamanya disumbang oleh peningkatan luas panen pada subround I yang meningkat sebesar 25,82 persen.

Dengan demikian, potensi produksi padi sepanjang Januar-Desember 2025 diperkirakan akan mencapai 60,34 juta ton GKG. Produksinya diperkirakan naik 7,20 juta ton GKG atau 13,55 persen dibandingkan dengan periode sama tahun 2024.

Lebih lanjut, BPS mengungkap, sepanjang Oktober-Desember 2025, potensi panen sebagian besar terkonsentrasi di beberapa wilayah. Untuk Pulau Jawa, yaitu di Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Adapun di Pulau Sumatera, yaitu di Lampung, Aceh, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Kemudian, untuk Pulau Sulawesi, yaitu di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Selanjutnya ada Bali dan Nusa Tenggara Barat serta Kalimantan Selatan.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)