JAKARTA - Sebanyak 20 orang tewas dan 32 lainnya terluka setelah pasukan Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan gabungan terhadap lokasi logistik dan persenjataan yang terkait dengan Iran di Irak.
Lapooran ini disampaikan lewat Telegram oleh paramiliter Irak yang didukung Iran, Popular Mobilization Forces (PMF).
Dilansir dari CNN, Rabu, 29 Juli, serangan tersebut menyasar fasilitas PMF di provinsi Baghdad, Wasit, Nineveh, Basra, Kirkuk, Karbala, dan Diyala, ungkap PMF, yang mengakibatkan kerusakan dengan tingkat keparahan beragam pada sejumlah markas militer, kendaraan, dan peralatan.
SEE ALSO:
- https://voi.id/berita/587151/pm-irak-gelar-rapat-darurat-usai-serangan-udara-as-arab-saudi
- https://voi.id/berita/587143/survei-mayoritas-warga-as-punya-persepsi-negatif-terhadap-netanyahu
- https://voi.id/berita/587141/militer-yordania-kembali-cegat-5-rudal-iran
Dalam pernyataan sebelumnya di media sosial, Brigade ke-30 kelompok tersebut menyebutkan tujuh serangan udara menghantam lokasi-lokasi penting di Nineveh, sebuah wilayah di Irak utara, sekitar pukul 03.20 waktu setempat—menewaskan 10 orang dan melukai enam lainnya.
Menanggapi serangan tersebut, Perdana Menteri Irak Ali Falih Al-Zaidi mengadakan rapat darurat Dewan Menteri untuk Keamanan Nasional pada Rabu, menurut pernyataan dari kantornya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)