JAKARTA - Sepuluh orang tewas setelah runtuhnya jembatan di negara bagian Gujarat, India barat, lembaga penyiaran NDTV melaporkan pada Rabu.
Belum ada laporan rinci mengenai peristiwa ini dan dugaan penyebab robohnya jembatan.
Sementara itu, di Nepal dilaporkan delapan orang tewas dan lebih dari 20 orang hilang setelah Sungai Bhote Koshi meluap, menghanyutkan "Jembatan Persahabatan" yang menghubungkan China dan Nepal.
Tidak ada hujan lebat di daerah sekitar sungai dalam 24 jam sebelumnya, tetapi para ahli prakiraan cuaca mengatakan banjir tersebut mungkin disebabkan oleh meluapnya danau glasial di Tibet, lokasi hujan deras turun.
Polisi menemukan delapan jenazah, namun belum ada satu pun yang teridentifikasi sejauh ini, kata juru bicara Kepolisian Nepal Binod Ghimire kepada Reuters, Selasa, 8 Juli.
Ia mengatakan 57 orang berhasil diselamatkan. Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlanjut, kata juru bicara Angkatan Darat Nepal Raja Ram Basnet.
Dilaporkan 20 orang hilang di Nepal, sementara kantor berita resmi China Xinhua mengatakan 11 orang tidak diketahui keberadaannya di wilayah China di wilayah perbatasan pegunungan tersebut.
SEE ALSO:
Perdagangan antara Nepal dan China terganggu karena hancurnya jembatan tersebut, kata para pejabat.
Di Nepal, yang hilang termasuk enam pekerja China dan tiga personel polisi, kata Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMA) pada X.
Warga negara China yang hilang itu bekerja di Depot Kontainer Darat yang sedang dibangun dengan bantuan China sekitar 80 km (50 mil) di utara ibu kota Kathmandu, kata Arjun Paudel, pejabat administratif senior distrik Rasuwa.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)