Bagikan:

JAKARTA - Pejabat militer Israel mengatakan serangan udara Iran bulan lalu telah menghantam beberapa lokasi militer Israel. Ini menjadi pengakuan publik pertama yang jelas mengenai lokasi tersebut telah diserang.

Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim sesuai dengan aturan pengarahan militer, mengatakan "sangat sedikit" lokasi yang terkena serangan dan lokasi tersebut tetap berfungsi.

Dilansir Reuters, Selasa, 8 Juli, pejabat itu menolak memberikan rincian lebih lanjut, termasuk mengidentifikasi lokasi militer mana yang terkena dampak atau seberapa parah kerusakan pada infrastruktur militer.

Iran melancarkan gelombang serangan udara terhadap Israel bulan lalu setelah Israel melancarkan serangan mendadak pada 13 Juni, yang menargetkan fasilitas nuklir dan persenjataan rudal Iran. Serangan Iran tersebut sering kali menargetkan kota-kota berpenduduk padat Tel Aviv dan Haifa, serta wilayah selatan negara itu di sekitar Beersheba, tempat sejumlah fasilitas militer berada.

Beberapa bangunan tempat tinggal terkena serangan tersebut, meskipun militer Israel mengatakan sebagian besar rudal dan pesawat nirawak yang diluncurkan Iran berhasil dicegat selama perang 12 hari tersebut. Di Israel, 28 orang tewas.

Sementara pihak berwenang Iran mengatakan bahwa 935 orang tewas dalam serangan Israel, yang juga menargetkan Teheran, ibu kota negara yang berpenduduk padat tersebut.

Komandan militer dan warga sipil tewas di Iran, sementara di Israel, di antara 28 korban tewas, satu di antaranya adalah tentara yang sedang cuti.

Israel dan Iran menyetujui gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat pada 24 Juni setelah AS mengebom fasilitas nuklir Iran.