Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla di Dekat Siprus
JAKARTA - Militer Israel mencegat armada bantuan yang menuju Jalur Gaza, Palestina pada Hari Senin setelah berlayar dari Turki pekan lalu, dengan penyelenggara mengatakan salah satu kapal dihentikan di sebelah barat Siprus.
"Kapal-kapal militer saat ini mencegat armada kami dan pasukan IDF saat ini sedang menaiki kapal pertama kami di siang bolong," tulis Global Sumud Flotilla di X, melansir Al Arabiya dari AFP (18/5).
"Kami menuntut jalur aman untuk misi kemanusiaan kami yang sah dan tanpa kekerasan. Pemerintah harus bertindak sekarang untuk menghentikan tindakan ilegal atau pembajakan ini yang dimaksudkan untuk mempertahankan pengepungan genosida Israel di Gaza," lanjutnya.
"Normalisasi kekerasan pendudukan merupakan ancaman bagi kita semua," tandas pernyataan itu.
Sementara itu, Turki mengecam Israel atas "tindakan pembajakan baru" setelah armada bantuan terbaru yang menuju Gaza mengatakan pasukan Israel telah mencegat satu kapal di lepas pantai Siprus.
"Kami mengutuk intervensi pasukan Israel di perairan internasional terhadap Armada Global yang merupakan tindakan pembajakan baru," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.
Armada yang terdiri dari 50 kapal berlayar dari Turki pada Hari Kamis pekan lalu.
Pada Hari Senin, Israel telah berjanji untuk memblokir kapal-kapal tersebut.
"Israel tidak akan mengizinkan pelanggaran apa pun terhadap blokade angkatan laut yang sah di Gaza," tulis Kementerian Luar Negeri Israel di X.
"Israel menyerukan kepada semua peserta dalam provokasi ini untuk mengubah haluan dan segera berbalik," lanjutnya.
Kementerian tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai apakah pasukan Israel mencegat kapal-kapal tersebut.
Armada Global Sumud terbaru adalah inisiatif ketiga dalam setahun yang bertujuan untuk mematahkan blokade Israel terhadap Gaza, yang telah mengalami kekurangan pangan, air, obat-obatan, dan bahan bakar yang parah sejak perang Israel-Hamas pecah pada Oktober 2023.
Otoritas Israel menolak klaim kekurangan bantuan, dengan mengatakan bahwa wilayah Palestina "dibanjiri" dengan pasokan.
SEE ALSO:
Sebelumnya, pasukan Israel mencegat armada kedua di perairan internasional di lepas pantai Yunani pada 30 April, mengusir sebagian besar aktivis ke Eropa.
Namun mereka menangkap dua orang, yang ditahan selama beberapa hari di Israel sebelum dideportasi.
Kelompok hak asasi manusia mengatakan penangkapan itu ilegal dan kedua pria tersebut mengalami penyiksaan saat berada dalam tahanan Israel.
Otoritas Israel menolak tuduhan penyiksaan tersebut tetapi tidak mengajukan tuntutan terhadap kedua orang tersebut.