Germany's Right-wing Party Is Intimate With Trump, Will Visit MAGA Officials In The US

JAKARTA - Partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) menyambut positif strategi keamanan Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan pekan lalu.

“AfD berjuang bersama teman-teman internasionalnya untuk kebangkitan konservatif di Amerika Utara dan Eropa,” kata juru bicara kebijakan luar negeri partai tersebut, Markus Frohnmaier, dikutip dari AFP, Kamis 11 Desember.

Frohnmaier menyatakan AfD menyikapi positif strategi keamanan AS terbaru dengan mewujudkannya melakukan perjalanan ke AS pada pekan ini. AfD berencana menggelar pertemuan dengan sekutu mereka di dalam gerakan "Make America Great Again (MAGA)" di Washington dan New York.

Kunjungan ini juga bertepatan dengan upaya Presiden AS Donald Trump untuk memperkuat kekuatan politik sayap kanan di Eropa.

Strategi keamanan AS yang baru, yang dirilis pekan lalu, memuji “pengaruh yang semakin besar dari partai-partai patriotik Eropa”.

Dokumen setebal 33 halaman itu menyatakan komitmen pemerintah AS untuk “menumbuhkan perlawanan terhadap arah kebijakan Eropa saat ini, di dalam negara-negara Eropa”.

Frohnmaier mengatakan bahwa “AfD sedang membangun kemitraan yang kuat dengan kekuatan-kekuatan yang mendukung kedaulatan nasional, identitas budaya, dan kebijakan keamanan dan migrasi yang realistis”.

Anggota Kongres AS, Anna Paulina Luna, seorang Republikan dari Florida, baru-baru ini mengatakan bahwa ia memperkirakan akan menjamu sekitar 40 politisi AfD.

Petinggi AfD, Tino Chrupalla, sebelumnya sempat menghadiri pelantikan Trump menjadi Presiden masa bakti kedua pada Januari 2025.

Beberapa orang kepercayaan dekat Trump memang telah vokal mendukung Partai Jerman tersebut.

Miliarder Elon Musk yang juga dekat dengan Trump tercatat aktif berkampanye untuk kandidat AfD Alice Weidel sejak menjelang pemilihan umum (Pemilu) Jerman pada Februari 2025.

Pada Februari 2025 juga, Wakil Presiden AS JD Vance mengkritik partai-partai Jerman lainnya karena menolak berkoalisi dengan AfD dalam pidatonya.

Vance menuding adanya pembatasan “kebebasan berbicara” di Eropa dan upaya untuk mengecualikan kaum populis sayap kanan dari kekuasaan.

Strategi Pemerintahan Trump juga menyatakan bahwa Eropa menghadapi "prospek nyata dan mengerikan akan penghapusan peradaban".

Strategi tersebut menyebutkan kebijakan imigrasi dan "sensor kebebasan berbicara serta penindasan oposisi politik" sebagai alasannya.

JAKARTA - An Alternative far-right party for Germany (AfD) positively welcomed the United States (US) security strategy published last week.

"AfD is fighting with its international friends for a conservative revival in North America and Europe," said the party's foreign policy spokesperson, Markus Frohnmaier, quoted by AFP, Thursday, December 11.

Frohnmaier said AfD was responding positively to the latest US security strategy by making it happen to travel to the US this week. AfD plans to hold a meeting with their allies within the "Make America Great Again (MAGA)" movement in Washington and New York.

This visit also coincided with US President Donald Trump's efforts to strengthen far-right political power in Europe.

The new US security strategy, released last week, praised the growing influence of European patriotic parties.

The 33-page document states the US government's commitment to grow resistance to the current direction of European policy, within European countries".

Frohnmaier said that "AfD is building a strong partnership with forces that support national sovereignty, cultural identity, and realistic security and migration policies".

US Congressman Anna Paulina Luna, a Republican from Florida, recently said she expected to host around 40 AfD politicians.

AfD official Tino Chrupalla previously attended Trump's inauguration as President of the second term of service in January 2025.

Several close confidants of Trump have indeed been vocal in supporting the German Party.

Billionaire Elon Musk, who is also close to Trump, has been actively campaigning for candidate AfD Alice Weidel since before the German general election (Pemilu) in February 2025.

In February 2025 too, US Vice President JD Vance criticized other German parties for refusing to form a coalition with AfD in his speech.

Vance accused the existence of restrictions on "freedom speech" in Europe and attempts to exclude the right-wing populists from power.

The Trump Administration's strategy also states that Europe is facing "real and dire prospects for the elimination of civilization".

The strategy mentions immigration policies and "the censorship of free speech and the suppression of political opposition" as the reason.

"It's okay"