Orang Tua Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Ambil Motor Anaknya yang Tertinggal di Sekolah
JAKARTA - Ugi Abdulrahman, ayah dari salah satu korban ledakan berinisial AAS siswa kelas 10C kembali mendatangi gedung sekolah SMA Negeri 72 Jakarta pada Senin, 10 November 2025.
"Ambil barang-barang Aufa (siswa korban) yang ketinggalan. Diantaranya tas, handphone, sepatu. Itu saja sih sama kendaraan motor," kata Ugi ditemui VOI di depan SMAN 72 Jakarta.
Ugi mengatakan, menurut keterangan putranya saat kejadian, AAS tidak mengetahui berapa kali suara ledakan yang terjadi.
"Menurut informasi anak, katanya (korban) dekat dengan (titik) peledakan. Makanya dia tidak tahu ada ledakan 2-3 (kali). Jadi saat ledakan pertama, dia tidak sadar," ujarnya.
Diceritakan, AAS saat itu pingsan di lokasi kejadian. Bagian tubuhnya juga mengeluarkan darah.
"Digotong, sempat. Viralnya karena darahnya banyak, jadi temannya teriak 'Aufa kritis, Aufa kritis'," ucapnya.
Ugi mengatakan, putranya masih berada di ruang perawatan RS Islam Cempaka Putih. AAS dirawat di ruang Multazam 2, Nomor 6.
SEE ALSO:
Sementara itu, SMAN 72 Jakarta hingga saat ini masih dijaga anggota POM AL, Senin, 10 November 2025. Dari pantauan VOI di lokasi, sekitar pukul 10.00 WIB, tidak ada aktivitas apapun dari para murid di sekolah SMAN 72 Jakarta.
Namun penjagaan ketat masih dilakukan oleh beberapa anggota POM AL tepat di pintu masuk utama gerbang sekolah.
Awak media masih dilarang masuk ke dalam area sekolah. Menurut aparat POM AL yang berjaga, penjagaan dilakukan sejak pascaledakan Jumat kemarin, 7 November 2025.