Canned Foods Rich In Fiber Help Prevent Colorectal Cancer, Really?
JAKARTA - Dalam upaya mencegah kanker kolorektal, jenis kanker yang menyerang usus besar dan menjadi salah satu yang paling umum di dunia pola makan tinggi serat menjadi salah satu langkah pencegahan yang efektif.
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, mendukung populasi bakteri baik dalam usus, serta membantu mengurangi peradangan kronis yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.
Di tengah kesibukan masyarakat modern, makanan kaleng justru bisa menjadi alternatif praktis untuk memenuhi kebutuhan serat harian, asalkan dipilih dengan tepat.
Beberapa jenis makanan kaleng memiliki kandungan gizi yang mendukung pencegahan kanker. Misalnya, kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, dan buncis dalam kemasan kaleng mengandung senyawa antiinflamasi serta serat larut yang baik bagi kesehatan usus.
Kandungan ini membantu menstabilkan gula darah, memperlancar pencernaan, dan menjaga kekebalan saluran cerna.
Sayuran seperti artichoke yang dikemas dalam kaleng juga bisa menjadi pilihan karena mengandung prebiotik alami seperti inulin yang mendukung pertumbuhan bakteri baik.
Serat jenis ini memberi asupan penting bagi mikrobiota usus, menjaga keseimbangannya, dan mengurangi risiko terjadinya gangguan inflamasi yang dapat berkembang menjadi kanker.
SEE ALSO:
Labu kalengan, dengan kandungan beta-karoten yang tinggi, juga berfungsi sebagai antioksidan kuat yang mampu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Tidak hanya sayuran dan kacang-kacangan, buah kaleng seperti jeruk pun dapat berkontribusi. Kandungan vitamin C dalam jeruk memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu menurunkan peradangan di dalam tubuh. Namun, penting untuk memilih jeruk kalengan yang dikemas dalam jus aslinya, bukan dalam sirup manis yang tinggi gula tambahan.
Biji-bijian utuh dalam sup kalengan juga memberikan manfaat serat dan dapat menurunkan risiko kanker kolorektal jika dikonsumsi secara teratur. Sup yang mengandung gandum utuh atau beras merah, misalnya, bisa menjadi pilihan bergizi yang praktis.
Namun, konsumen tetap disarankan memilih produk dengan kandungan natrium rendah, terutama bagi mereka yang juga memiliki masalah tekanan darah tinggi.
Menurut ahli gizi Maria Elena Fraga dari Mt. Sinai, Amerika Serikat, makanan kaleng dengan kandungan serat tinggi dan rendah sodium dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang membantu mencegah kanker kolorektal.
Meski begitu, pencegahan kanker tentu tidak hanya mengandalkan pola makan. Langkah-langkah seperti menjalani skrining sejak usia 45 tahun, aktif bergerak, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi konsumsi alkohol dan daging olahan tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.
JAKARTA - Dalam upaya mencegah kanker kolorektal, jenis kanker yang menyerang usus besar dan menjadi salah satu yang paling umum di dunia pola makan tinggi serat menjadi salah satu langkah pencegahan yang efektif.
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, mendukung populasi bakteri baik dalam usus, serta membantu mengurangi peradangan kronis yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.
Di tengah kesibukan masyarakat modern, makanan kaleng justru bisa menjadi alternatif praktis untuk memenuhi kebutuhan serat harian, asalkan dipilih dengan tepat.
Beberapa jenis makanan kaleng memiliki kandungan gizi yang mendukung pencegahan kanker. Misalnya, kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, dan buncis dalam kemasan kaleng mengandung senyawa antiinflamasi serta serat larut yang baik bagi kesehatan usus.
Kandungan ini membantu menstabilkan gula darah, memperlancar pencernaan, dan menjaga kekebalan saluran cerna.
Sayuran seperti artichoke yang dikemas dalam kaleng juga bisa menjadi pilihan karena mengandung prebiotik alami seperti inulin yang mendukung pertumbuhan bakteri baik.
Serat jenis ini memberi asupan penting bagi mikrobiota usus, menjaga keseimbangannya, dan mengurangi risiko terjadinya gangguan inflamasi yang dapat berkembang menjadi kanker.
SEE ALSO:
Labu kalengan, dengan kandungan beta-karoten yang tinggi, juga berfungsi sebagai antioksidan kuat yang mampu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Tidak hanya sayuran dan kacang-kacangan, buah kaleng seperti jeruk pun dapat berkontribusi. Kandungan vitamin C dalam jeruk memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu menurunkan peradangan di dalam tubuh. Namun, penting untuk memilih jeruk kalengan yang dikemas dalam jus aslinya, bukan dalam sirup manis yang tinggi gula tambahan.
Biji-bijian utuh dalam sup kalengan juga memberikan manfaat serat dan dapat menurunkan risiko kanker kolorektal jika dikonsumsi secara teratur. Sup yang mengandung gandum utuh atau beras merah, misalnya, bisa menjadi pilihan bergizi yang praktis.
Namun, konsumen tetap disarankan memilih produk dengan kandungan natrium rendah, terutama bagi mereka yang juga memiliki masalah tekanan darah tinggi.
Menurut ahli gizi Maria Elena Fraga dari Mt. Sinai, Amerika Serikat, makanan kaleng dengan kandungan serat tinggi dan rendah sodium dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang membantu mencegah kanker kolorektal.
Meski begitu, pencegahan kanker tentu tidak hanya mengandalkan pola makan. Langkah-langkah seperti menjalani skrining sejak usia 45 tahun, aktif bergerak, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi konsumsi alkohol dan daging olahan tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.
JAKARTA - Dalam upaya mencegah kanker kolorektal, jenis kanker yang menyerang usus besar dan menjadi salah satu yang paling umum di dunia pola makan tinggi serat menjadi salah satu langkah pencegahan yang efektif.
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, mendukung populasi bakteri baik dalam usus, serta membantu mengurangi peradangan kronis yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.
Di tengah kesibukan masyarakat modern, makanan kaleng justru bisa menjadi alternatif praktis untuk memenuhi kebutuhan serat harian, asalkan dipilih dengan tepat.
Beberapa jenis makanan kaleng memiliki kandungan gizi yang mendukung pencegahan kanker. Misalnya, kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, dan buncis dalam kemasan kaleng mengandung senyawa antiinflamasi serta serat larut yang baik bagi kesehatan usus.
Kandungan ini membantu menstabilkan gula darah, memperlancar pencernaan, dan menjaga kekebalan saluran cerna.
Sayuran seperti artichoke yang dikemas dalam kaleng juga bisa menjadi pilihan karena mengandung prebiotik alami seperti inulin yang mendukung pertumbuhan bakteri baik.
Serat jenis ini memberi asupan penting bagi mikrobiota usus, menjaga keseimbangannya, dan mengurangi risiko terjadinya gangguan inflamasi yang dapat berkembang menjadi kanker.
SEE ALSO:
Labu kalengan, dengan kandungan beta-karoten yang tinggi, juga berfungsi sebagai antioksidan kuat yang mampu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Tidak hanya sayuran dan kacang-kacangan, buah kaleng seperti jeruk pun dapat berkontribusi. Kandungan vitamin C dalam jeruk memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu menurunkan peradangan di dalam tubuh. Namun, penting untuk memilih jeruk kalengan yang dikemas dalam jus aslinya, bukan dalam sirup manis yang tinggi gula tambahan.
Biji-bijian utuh dalam sup kalengan juga memberikan manfaat serat dan dapat menurunkan risiko kanker kolorektal jika dikonsumsi secara teratur. Sup yang mengandung gandum utuh atau beras merah, misalnya, bisa menjadi pilihan bergizi yang praktis.
Namun, konsumen tetap disarankan memilih produk dengan kandungan natrium rendah, terutama bagi mereka yang juga memiliki masalah tekanan darah tinggi.
Menurut ahli gizi Maria Elena Fraga dari Mt. Sinai, Amerika Serikat, makanan kaleng dengan kandungan serat tinggi dan rendah sodium dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang membantu mencegah kanker kolorektal.
Meski begitu, pencegahan kanker tentu tidak hanya mengandalkan pola makan. Langkah-langkah seperti menjalani skrining sejak usia 45 tahun, aktif bergerak, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi konsumsi alkohol dan daging olahan tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.
JAKARTA - Dalam upaya mencegah kanker kolorektal, jenis kanker yang menyerang usus besar dan menjadi salah satu yang paling umum di dunia pola makan tinggi serat menjadi salah satu langkah pencegahan yang efektif.
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, mendukung populasi bakteri baik dalam usus, serta membantu mengurangi peradangan kronis yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.
Di tengah kesibukan masyarakat modern, makanan kaleng justru bisa menjadi alternatif praktis untuk memenuhi kebutuhan serat harian, asalkan dipilih dengan tepat.
Beberapa jenis makanan kaleng memiliki kandungan gizi yang mendukung pencegahan kanker. Misalnya, kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, dan buncis dalam kemasan kaleng mengandung senyawa antiinflamasi serta serat larut yang baik bagi kesehatan usus.
Kandungan ini membantu menstabilkan gula darah, memperlancar pencernaan, dan menjaga kekebalan saluran cerna.
Sayuran seperti artichoke yang dikemas dalam kaleng juga bisa menjadi pilihan karena mengandung prebiotik alami seperti inulin yang mendukung pertumbuhan bakteri baik.
Serat jenis ini memberi asupan penting bagi mikrobiota usus, menjaga keseimbangannya, dan mengurangi risiko terjadinya gangguan inflamasi yang dapat berkembang menjadi kanker.
SEE ALSO:
Labu kalengan, dengan kandungan beta-karoten yang tinggi, juga berfungsi sebagai antioksidan kuat yang mampu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Tidak hanya sayuran dan kacang-kacangan, buah kaleng seperti jeruk pun dapat berkontribusi. Kandungan vitamin C dalam jeruk memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu menurunkan peradangan di dalam tubuh. Namun, penting untuk memilih jeruk kalengan yang dikemas dalam jus aslinya, bukan dalam sirup manis yang tinggi gula tambahan.
Biji-bijian utuh dalam sup kalengan juga memberikan manfaat serat dan dapat menurunkan risiko kanker kolorektal jika dikonsumsi secara teratur. Sup yang mengandung gandum utuh atau beras merah, misalnya, bisa menjadi pilihan bergizi yang praktis.
Namun, konsumen tetap disarankan memilih produk dengan kandungan natrium rendah, terutama bagi mereka yang juga memiliki masalah tekanan darah tinggi.
Menurut ahli gizi Maria Elena Fraga dari Mt. Sinai, Amerika Serikat, makanan kaleng dengan kandungan serat tinggi dan rendah sodium dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang membantu mencegah kanker kolorektal.
Meski begitu, pencegahan kanker tentu tidak hanya mengandalkan pola makan. Langkah-langkah seperti menjalani skrining sejak usia 45 tahun, aktif bergerak, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi konsumsi alkohol dan daging olahan tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.
JAKARTA - Dalam upaya mencegah kanker kolorektal, jenis kanker yang menyerang usus besar dan menjadi salah satu yang paling umum di dunia pola makan tinggi serat menjadi salah satu langkah pencegahan yang efektif.
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, mendukung populasi bakteri baik dalam usus, serta membantu mengurangi peradangan kronis yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.
Di tengah kesibukan masyarakat modern, makanan kaleng justru bisa menjadi alternatif praktis untuk memenuhi kebutuhan serat harian, asalkan dipilih dengan tepat.
Beberapa jenis makanan kaleng memiliki kandungan gizi yang mendukung pencegahan kanker. Misalnya, kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, dan buncis dalam kemasan kaleng mengandung senyawa antiinflamasi serta serat larut yang baik bagi kesehatan usus.
Kandungan ini membantu menstabilkan gula darah, memperlancar pencernaan, dan menjaga kekebalan saluran cerna.
Sayuran seperti artichoke yang dikemas dalam kaleng juga bisa menjadi pilihan karena mengandung prebiotik alami seperti inulin yang mendukung pertumbuhan bakteri baik.
Serat jenis ini memberi asupan penting bagi mikrobiota usus, menjaga keseimbangannya, dan mengurangi risiko terjadinya gangguan inflamasi yang dapat berkembang menjadi kanker.
SEE ALSO:
Labu kalengan, dengan kandungan beta-karoten yang tinggi, juga berfungsi sebagai antioksidan kuat yang mampu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Tidak hanya sayuran dan kacang-kacangan, buah kaleng seperti jeruk pun dapat berkontribusi. Kandungan vitamin C dalam jeruk memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu menurunkan peradangan di dalam tubuh. Namun, penting untuk memilih jeruk kalengan yang dikemas dalam jus aslinya, bukan dalam sirup manis yang tinggi gula tambahan.
Biji-bijian utuh dalam sup kalengan juga memberikan manfaat serat dan dapat menurunkan risiko kanker kolorektal jika dikonsumsi secara teratur. Sup yang mengandung gandum utuh atau beras merah, misalnya, bisa menjadi pilihan bergizi yang praktis.
Namun, konsumen tetap disarankan memilih produk dengan kandungan natrium rendah, terutama bagi mereka yang juga memiliki masalah tekanan darah tinggi.
Menurut ahli gizi Maria Elena Fraga dari Mt. Sinai, Amerika Serikat, makanan kaleng dengan kandungan serat tinggi dan rendah sodium dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang membantu mencegah kanker kolorektal.
Meski begitu, pencegahan kanker tentu tidak hanya mengandalkan pola makan. Langkah-langkah seperti menjalani skrining sejak usia 45 tahun, aktif bergerak, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi konsumsi alkohol dan daging olahan tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.
JAKARTA - Dalam upaya mencegah kanker kolorektal, jenis kanker yang menyerang usus besar dan menjadi salah satu yang paling umum di dunia pola makan tinggi serat menjadi salah satu langkah pencegahan yang efektif.
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, mendukung populasi bakteri baik dalam usus, serta membantu mengurangi peradangan kronis yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.
Di tengah kesibukan masyarakat modern, makanan kaleng justru bisa menjadi alternatif praktis untuk memenuhi kebutuhan serat harian, asalkan dipilih dengan tepat.
Beberapa jenis makanan kaleng memiliki kandungan gizi yang mendukung pencegahan kanker. Misalnya, kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, dan buncis dalam kemasan kaleng mengandung senyawa antiinflamasi serta serat larut yang baik bagi kesehatan usus.
Kandungan ini membantu menstabilkan gula darah, memperlancar pencernaan, dan menjaga kekebalan saluran cerna.
Sayuran seperti artichoke yang dikemas dalam kaleng juga bisa menjadi pilihan karena mengandung prebiotik alami seperti inulin yang mendukung pertumbuhan bakteri baik.
Serat jenis ini memberi asupan penting bagi mikrobiota usus, menjaga keseimbangannya, dan mengurangi risiko terjadinya gangguan inflamasi yang dapat berkembang menjadi kanker.
SEE ALSO:
Labu kalengan, dengan kandungan beta-karoten yang tinggi, juga berfungsi sebagai antioksidan kuat yang mampu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Tidak hanya sayuran dan kacang-kacangan, buah kaleng seperti jeruk pun dapat berkontribusi. Kandungan vitamin C dalam jeruk memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu menurunkan peradangan di dalam tubuh. Namun, penting untuk memilih jeruk kalengan yang dikemas dalam jus aslinya, bukan dalam sirup manis yang tinggi gula tambahan.
Biji-bijian utuh dalam sup kalengan juga memberikan manfaat serat dan dapat menurunkan risiko kanker kolorektal jika dikonsumsi secara teratur. Sup yang mengandung gandum utuh atau beras merah, misalnya, bisa menjadi pilihan bergizi yang praktis.
Namun, konsumen tetap disarankan memilih produk dengan kandungan natrium rendah, terutama bagi mereka yang juga memiliki masalah tekanan darah tinggi.
Menurut ahli gizi Maria Elena Fraga dari Mt. Sinai, Amerika Serikat, makanan kaleng dengan kandungan serat tinggi dan rendah sodium dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang membantu mencegah kanker kolorektal.
Meski begitu, pencegahan kanker tentu tidak hanya mengandalkan pola makan. Langkah-langkah seperti menjalani skrining sejak usia 45 tahun, aktif bergerak, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi konsumsi alkohol dan daging olahan tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.
JAKARTA - Dalam upaya mencegah kanker kolorektal, jenis kanker yang menyerang usus besar dan menjadi salah satu yang paling umum di dunia pola makan tinggi serat menjadi salah satu langkah pencegahan yang efektif.
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, mendukung populasi bakteri baik dalam usus, serta membantu mengurangi peradangan kronis yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.
Di tengah kesibukan masyarakat modern, makanan kaleng justru bisa menjadi alternatif praktis untuk memenuhi kebutuhan serat harian, asalkan dipilih dengan tepat.
Beberapa jenis makanan kaleng memiliki kandungan gizi yang mendukung pencegahan kanker. Misalnya, kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, dan buncis dalam kemasan kaleng mengandung senyawa antiinflamasi serta serat larut yang baik bagi kesehatan usus.
Kandungan ini membantu menstabilkan gula darah, memperlancar pencernaan, dan menjaga kekebalan saluran cerna.
Sayuran seperti artichoke yang dikemas dalam kaleng juga bisa menjadi pilihan karena mengandung prebiotik alami seperti inulin yang mendukung pertumbuhan bakteri baik.
Serat jenis ini memberi asupan penting bagi mikrobiota usus, menjaga keseimbangannya, dan mengurangi risiko terjadinya gangguan inflamasi yang dapat berkembang menjadi kanker.
SEE ALSO:
Labu kalengan, dengan kandungan beta-karoten yang tinggi, juga berfungsi sebagai antioksidan kuat yang mampu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Tidak hanya sayuran dan kacang-kacangan, buah kaleng seperti jeruk pun dapat berkontribusi. Kandungan vitamin C dalam jeruk memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu menurunkan peradangan di dalam tubuh. Namun, penting untuk memilih jeruk kalengan yang dikemas dalam jus aslinya, bukan dalam sirup manis yang tinggi gula tambahan.
Biji-bijian utuh dalam sup kalengan juga memberikan manfaat serat dan dapat menurunkan risiko kanker kolorektal jika dikonsumsi secara teratur. Sup yang mengandung gandum utuh atau beras merah, misalnya, bisa menjadi pilihan bergizi yang praktis.
Namun, konsumen tetap disarankan memilih produk dengan kandungan natrium rendah, terutama bagi mereka yang juga memiliki masalah tekanan darah tinggi.
Menurut ahli gizi Maria Elena Fraga dari Mt. Sinai, Amerika Serikat, makanan kaleng dengan kandungan serat tinggi dan rendah sodium dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang membantu mencegah kanker kolorektal.
Meski begitu, pencegahan kanker tentu tidak hanya mengandalkan pola makan. Langkah-langkah seperti menjalani skrining sejak usia 45 tahun, aktif bergerak, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi konsumsi alkohol dan daging olahan tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.
JAKARTA - Dalam upaya mencegah kanker kolorektal, jenis kanker yang menyerang usus besar dan menjadi salah satu yang paling umum di dunia pola makan tinggi serat menjadi salah satu langkah pencegahan yang efektif.
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, mendukung populasi bakteri baik dalam usus, serta membantu mengurangi peradangan kronis yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.
Di tengah kesibukan masyarakat modern, makanan kaleng justru bisa menjadi alternatif praktis untuk memenuhi kebutuhan serat harian, asalkan dipilih dengan tepat.
Beberapa jenis makanan kaleng memiliki kandungan gizi yang mendukung pencegahan kanker. Misalnya, kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, dan buncis dalam kemasan kaleng mengandung senyawa antiinflamasi serta serat larut yang baik bagi kesehatan usus.
Kandungan ini membantu menstabilkan gula darah, memperlancar pencernaan, dan menjaga kekebalan saluran cerna.
Sayuran seperti artichoke yang dikemas dalam kaleng juga bisa menjadi pilihan karena mengandung prebiotik alami seperti inulin yang mendukung pertumbuhan bakteri baik.
Serat jenis ini memberi asupan penting bagi mikrobiota usus, menjaga keseimbangannya, dan mengurangi risiko terjadinya gangguan inflamasi yang dapat berkembang menjadi kanker.
SEE ALSO:
Labu kalengan, dengan kandungan beta-karoten yang tinggi, juga berfungsi sebagai antioksidan kuat yang mampu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Tidak hanya sayuran dan kacang-kacangan, buah kaleng seperti jeruk pun dapat berkontribusi. Kandungan vitamin C dalam jeruk memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu menurunkan peradangan di dalam tubuh. Namun, penting untuk memilih jeruk kalengan yang dikemas dalam jus aslinya, bukan dalam sirup manis yang tinggi gula tambahan.
Biji-bijian utuh dalam sup kalengan juga memberikan manfaat serat dan dapat menurunkan risiko kanker kolorektal jika dikonsumsi secara teratur. Sup yang mengandung gandum utuh atau beras merah, misalnya, bisa menjadi pilihan bergizi yang praktis.
Namun, konsumen tetap disarankan memilih produk dengan kandungan natrium rendah, terutama bagi mereka yang juga memiliki masalah tekanan darah tinggi.
Menurut ahli gizi Maria Elena Fraga dari Mt. Sinai, Amerika Serikat, makanan kaleng dengan kandungan serat tinggi dan rendah sodium dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang membantu mencegah kanker kolorektal.
Meski begitu, pencegahan kanker tentu tidak hanya mengandalkan pola makan. Langkah-langkah seperti menjalani skrining sejak usia 45 tahun, aktif bergerak, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi konsumsi alkohol dan daging olahan tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.
JAKARTA - In an effort to prevent colorectal cancer, the type of cancer that attacks the colon and becomes one of the most common in the world, a high diet of fiber is one of the effective preventive measures.
Fibers play an important role in maintaining the health of the digestive system, supporting the population of good bacteria in the intestines, and helping reduce chronic inflammation that can trigger the growth of cancer cells.
In the midst of the busyness of modern society, canned food can actually be a practical alternative to meet daily fiber needs, as long as it is chosen appropriately.
Some types of canned foods contain nutrients that support cancer prevention. For example, nuts such as lentils, nuts, and beans in canned packaging contain anti-inflammatory compounds and soluble fiber that are good for the health of the intestines.
This content helps stabilize blood sugar, facilitate digestion, and maintain digestive tract immunity.
Vegetables such as artichokes packaged in cans can also be an option because they contain natural prebiotics such as inulin which supports the growth of good bacteria.
This type of fiber provides important intake for the gut microbiota, maintains its balance, and reduces the risk of inflammation disorders that can develop into cancer.
SEE ALSO:
Canned labs, with high beta-caroten content, also serve as powerful antioxidants capable of protecting cells from damage caused by free radicals.
Not only vegetables and nuts, canned fruit such as oranges can also contribute. The vitamin C content in oranges has antioxidant properties and can help reduce inflammation in the body. However, it is important to choose canned oranges packaged in their original juice, not in an additional sugary sugary jar.
Whole grains in canned soup also provide fiber benefits and can reduce the risk of colossal cancer if consumed regularly. Sups containing whole grains or red rice, for example, can be a practical nutritious choice.
However, consumers are still advised to choose products with low sodium content, especially for those who also have high blood pressure problems.
According to nutritionist Maria Elena Fraga of Mt. Sinai, United States, canned foods with high fiber and low sodium content can be part of a healthy diet that helps prevent colossal cancer.
Even so, cancer prevention certainly does not only rely on a diet. Measures such as undergoing screening since the age of 45, actively moving, maintaining ideal weight, and reducing alcohol consumption and processed meat remain an important part of a healthy lifestyle.
"It's okay"