3 Kg LPG Polemic, Minister Bahlil: I've Apologized To The People
JAKARTA - Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan dirinya sudah meminta maaf kepada rakyat atas polemik larangan pengecer menjual gas LPG (elpiji) 3 kilogram. Dia mengatakan, pihaknya sudah membenahi dengan meningkatkan status pengecer menjadi sub-pangkalan agar bisa menjual gas melon.
"Kemarin ada yang kurang pas, dan saya sudah minta maaf kepada rakyat, adalah sub-pangkalan ini, pengecer ini tiba-tiba kita stop. Ini yang kemudian sekarang kita ubah bertahap, kita lakukan penataan agar tetap mereka bisa berjalan dan sekarang mereka sudah bisa berjalan," ujar Bahlil dalam rakernas Partai Golkar di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu, 8 Februari.Bahlil mengaku pihaknya hanya tidak ingin ada mark-up dalam penjualan gas elpiji 3 kg. Sebab kata dia, pemerintah sudah menyubsidi elpiji 3 kg sebesar Rp 36 ribu per tabungnya.
Seharusnya, menurut Bahlil, harga jual elpiji bersubsidi yang diterima masyarakat maksimal Rp 19 ribu. Namun, dia mengungkap, pihaknya masih banyak menerima harga jual elpiji 3 kg di masyarakat yang mencapai Rp 25-30 ribu per tabung.
SEE ALSO:
Oleh karena itu, Bahlil mengatakan, ia dan jajaran Kementerian ESDM tidak ingin tinggal diam melihat masalah tersebut.
"Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apakah ini kita biarkan? Kalau memang kita concern, Golkar sebagai bentuk dari pada partai yang memperjuangkan apa yang menjadi hak rakyat, saya berpandangan ini harus kita luruskan yang bengkok," ungkapnya.
Bahlil mengakui kebijakannya tidak populer di masyarakat. Namun dia mengklaim siap mempertaruhkan reputasi dan nyawanya demi masyarakat dan negara.
"Saya tahu ini adalah keputusan yang tidak populer bagi saya, tapi untuk memastikan hak-hak rakyat mendapat dari apa yang negara berikan, maka jangankan popularitas, nyawa pun saya siap berikan untuk rakyat bangsa dan negara," katanya.
JAKARTA - The Minister of Energy and Mineral Resources and General Chairperson of Golkar, Bahlil Lahadalia, stated that he had apologized to the people for the polemic on the prohibition of retailers from selling 3 kilograms of LPG (elpiji) gas. He said his party had fixed it by increasing the retailing status to sub-baseline so that it could sell melon gas.
"Kemarin ada yang kurang pas, dan saya sudah minta maaf kepada rakyat, adalah sub-pangkalan ini, pengecer ini tiba-tiba kita stop. Ini yang kemudian sekarang kita ubah bertahap, kita lakukan penataan agar tetap mereka bisa berjalan dan sekarang mereka sudah bisa berjalan," ujar Bahlil dalam rakernas Partai Golkar di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu, 8 Februari.Bahlil mengaku pihaknya hanya tidak ingin ada mark-up dalam penjualan gas elpiji 3 kg. Sebab kata dia, pemerintah sudah menyubsidi elpiji 3 kg sebesar Rp 36 ribu per tabungnya.
Seharusnya, menurut Bahlil, harga jual elpiji bersubsidi yang diterima masyarakat maksimal Rp 19 ribu. Namun, dia mengungkap, pihaknya masih banyak menerima harga jual elpiji 3 kg di masyarakat yang mencapai Rp 25-30 ribu per tabung.
SEE ALSO:
Oleh karena itu, Bahlil mengatakan, ia dan jajaran Kementerian ESDM tidak ingin tinggal diam melihat masalah tersebut.
"Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apakah ini kita biarkan? Kalau memang kita concern, Golkar sebagai bentuk dari pada partai yang memperjuangkan apa yang menjadi hak rakyat, saya berpandangan ini harus kita luruskan yang bengkok," ungkapnya.
Bahlil mengakui kebijakannya tidak populer di masyarakat. Namun dia mengklaim siap mempertaruhkan reputasi dan nyawanya demi masyarakat dan negara.
"Saya tahu ini adalah keputusan yang tidak populer bagi saya, tapi untuk memastikan hak-hak rakyat mendapat dari apa yang negara berikan, maka jangankan popularitas, nyawa pun saya siap berikan untuk rakyat bangsa dan negara," katanya.
"Kemarin ada yang kurang pas, dan saya sudah minta maaf kepada rakyat, adalah sub-pangkalan ini, pengecer ini tiba-tiba kita stop. Ini yang kemudian sekarang kita ubah bertahap, kita lakukan penataan agar tetap mereka bisa berjalan dan sekarang mereka sudah bisa berjalan," ujar Bahlil dalam rakernas Partai Golkar di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu, 8 Februari.Bahlil mengaku pihaknya hanya tidak ingin ada mark-up dalam penjualan gas elpiji 3 kg. Sebab kata dia, pemerintah sudah menyubsidi elpiji 3 kg sebesar Rp 36 ribu per tabungnya.
Seharusnya, menurut Bahlil, harga jual elpiji bersubsidi yang diterima masyarakat maksimal Rp 19 ribu. Namun, dia mengungkap, pihaknya masih banyak menerima harga jual elpiji 3 kg di masyarakat yang mencapai Rp 25-30 ribu per tabung.
SEE ALSO:
Oleh karena itu, Bahlil mengatakan, ia dan jajaran Kementerian ESDM tidak ingin tinggal diam melihat masalah tersebut.
"Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apakah ini kita biarkan? Kalau memang kita concern, Golkar sebagai bentuk dari pada partai yang memperjuangkan apa yang menjadi hak rakyat, saya berpandangan ini harus kita luruskan yang bengkok," ungkapnya.
Bahlil mengakui kebijakannya tidak populer di masyarakat. Namun dia mengklaim siap mempertaruhkan reputasi dan nyawanya demi masyarakat dan negara.
"Saya tahu ini adalah keputusan yang tidak populer bagi saya, tapi untuk memastikan hak-hak rakyat mendapat dari apa yang negara berikan, maka jangankan popularitas, nyawa pun saya siap berikan untuk rakyat bangsa dan negara," katanya.
"Kemarin ada yang kurang pas, dan saya sudah minta maaf kepada rakyat, adalah sub-pangkalan ini, pengecer ini tiba-tiba kita stop. Ini yang kemudian sekarang kita ubah bertahap, kita lakukan penataan agar tetap mereka bisa berjalan dan sekarang mereka sudah bisa berjalan," ujar Bahlil dalam rakernas Partai Golkar di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu, 8 Februari.Bahlil mengaku pihaknya hanya tidak ingin ada mark-up dalam penjualan gas elpiji 3 kg. Sebab kata dia, pemerintah sudah menyubsidi elpiji 3 kg sebesar Rp 36 ribu per tabungnya.
Seharusnya, menurut Bahlil, harga jual elpiji bersubsidi yang diterima masyarakat maksimal Rp 19 ribu. Namun, dia mengungkap, pihaknya masih banyak menerima harga jual elpiji 3 kg di masyarakat yang mencapai Rp 25-30 ribu per tabung.
SEE ALSO:
Oleh karena itu, Bahlil mengatakan, ia dan jajaran Kementerian ESDM tidak ingin tinggal diam melihat masalah tersebut.
"Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apakah ini kita biarkan? Kalau memang kita concern, Golkar sebagai bentuk dari pada partai yang memperjuangkan apa yang menjadi hak rakyat, saya berpandangan ini harus kita luruskan yang bengkok," ungkapnya.
Bahlil mengakui kebijakannya tidak populer di masyarakat. Namun dia mengklaim siap mempertaruhkan reputasi dan nyawanya demi masyarakat dan negara.
"Saya tahu ini adalah keputusan yang tidak populer bagi saya, tapi untuk memastikan hak-hak rakyat mendapat dari apa yang negara berikan, maka jangankan popularitas, nyawa pun saya siap berikan untuk rakyat bangsa dan negara," katanya.
"Kemarin ada yang kurang pas, dan saya sudah minta maaf kepada rakyat, adalah sub-pangkalan ini, pengecer ini tiba-tiba kita stop. Ini yang kemudian sekarang kita ubah bertahap, kita lakukan penataan agar tetap mereka bisa berjalan dan sekarang mereka sudah bisa berjalan," ujar Bahlil dalam rakernas Partai Golkar di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu, 8 Februari.Bahlil mengaku pihaknya hanya tidak ingin ada mark-up dalam penjualan gas elpiji 3 kg. Sebab kata dia, pemerintah sudah menyubsidi elpiji 3 kg sebesar Rp 36 ribu per tabungnya.
Seharusnya, menurut Bahlil, harga jual elpiji bersubsidi yang diterima masyarakat maksimal Rp 19 ribu. Namun, dia mengungkap, pihaknya masih banyak menerima harga jual elpiji 3 kg di masyarakat yang mencapai Rp 25-30 ribu per tabung.
SEE ALSO:
Oleh karena itu, Bahlil mengatakan, ia dan jajaran Kementerian ESDM tidak ingin tinggal diam melihat masalah tersebut.
"Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apakah ini kita biarkan? Kalau memang kita concern, Golkar sebagai bentuk dari pada partai yang memperjuangkan apa yang menjadi hak rakyat, saya berpandangan ini harus kita luruskan yang bengkok," ungkapnya.
Bahlil mengakui kebijakannya tidak populer di masyarakat. Namun dia mengklaim siap mempertaruhkan reputasi dan nyawanya demi masyarakat dan negara.
"Saya tahu ini adalah keputusan yang tidak populer bagi saya, tapi untuk memastikan hak-hak rakyat mendapat dari apa yang negara berikan, maka jangankan popularitas, nyawa pun saya siap berikan untuk rakyat bangsa dan negara," katanya.
"Yesterday there was something that was not right, and I apologized to the people, this sub-basement, we suddenly stopped this retailer. This is what we are then changing in stages, we are making arrangements so that they can keep running and now they can run," said Bahlil at the Golkar Party National Working Meeting at the Golkar Party, Slipi, West Jakarta, Saturday, February 8. Bahlil admitted that his party just didn't want a mark-up in the sale of 3 kg LPG gas. Because he said, the government has published 3 kg LPG of IDR 36 thousand per tube.
According to Bahlil, the selling price of subsidized LPG received by the public should be a maximum of Rp. 19 thousand. However, he revealed, his party still receives a lot of 3 kg LPG selling prices in the community which reaches Rp 25-30 thousand per tube.
SEE ALSO:
SEE ALSO:
Therefore, Bahlil said, he and the ranks of the Ministry of Energy and Mineral Resources did not want to remain silent about the problem.
"The question then is whether we let this be? If we really concern Golkar as a form of the party that fights for what is the right of the people, I think we should straighten out the twisted one," he said.
Bahlil admits his policies are not popular in society. However, he claims to be ready to risk his reputation and life for the sake of society and the state.
"I know this is a decision that is not popular with me, but to ensure that people's rights get from what the state provides, so let alone popularity, I am ready to give life to the people of the nation and state," he said.