JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan meski Dolar AS kian menguat terhadap Rupiah, pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM subsidi.
Untuk menahan harga BBM, pemerintah mendorong peningkatan produksi energi dalam negeri di tengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, selain mendorong produksi domestik, pemerintah juga menyiapkan kapasitas kilang di dalam negeri sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan energi di tengah dinamika global dan fluktuasi nilai tukar.
"Jadi untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan, ini menurut perhitungan kita kan ada produksi dalam negeri yang kita dorong itu peningkatan, kilang di dalam negeri pun itu juga kita juga sudah siapkan," ujar Yuliot dikutip Sabtu, 30 Mei.
BACA JUGA:
Selain produksi dalam negeri, pemerintah juga menjaga stok ketahanan BBM dalam negeri. Ia memastikan stok BBM nasional masih berada di atas batas minimal cadangan operasional yang telah ditetapkan.
Dikatakan Yuliot, cadangan untuk sejumlah jenis BBM seperti Pertalite dan solar CN48 saat ini berada jauh di atas ambang batas minimum.
Ia dia juga memastikan stok BBM nonsubsidi seperti CN51, Pertamax, dan Pertamax Turbo juga disebut dalam kondisi mencukupi untuk kebutuhan nasional.
"Kalau untuk ketersediaan BBM, ini kan kita ada indikator ketersediaan cadangan operasional minimal. Ini cadangan minimal kita, cadangan yang ada saat ini jauh di atas cadangan minimal," tandas Yuliot.