JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan ekosistem industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional sebagai bagian dari transformasi menuju industri hijau berkelanjutan.
Salah satu fokus utama yang kini diperkuat ialah keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok kendaraan listrik di dalam negeri.
Pasalnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik global.
Potensi tersebut ditopang oleh ketersediaan sumber daya alam, besarnya pasar domestik serta dukungan pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.
"Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 telah menegaskan komitmen terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda transisi energi, ekonomi hijau dan industrialisasi nasional," ujar Agus dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 29 Mei.
Menurut Agus, penguatan struktur industri KBLBB terus dipercepat agar mampu bersaing di tingkat global sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Oleh karena itu, pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya melibatkan industri besar, tetapi juga membuka ruang bagi IKM nasional.
Agus menegaskan, keterlibatan IKM diharapkan dapat mendorong transfer teknologi, pengetahuan dan peningkatan kapasitas industri dalam negeri pada masa mendatang.
Sebagai langkah konkret, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin menggandeng Direktorat Jenderal ILMATE, Kementerian Investasi/BKPM, PT SGMW Motor Indonesia serta PT VKTR Teknologi Mobilitas dalam kegiatan Penjajakan Peluang Bisnis IKM Alat Angkut dalam Rantai Pasok KBLBB di Cikarang, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut diikuti pelaku IKM komponen otomotif, pemerintah daerah pembina IKM, asosiasi hingga industri komponen otomotif nasional. Agenda tersebut ditujukan untuk membuka peluang kemitraan strategis antara IKM dengan industri kendaraan listrik skala besar.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan kebutuhan industri kendaraan listrik, termasuk terkait pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
"Kami berharap, kegiatan ini dapat membuka potensi kemitraan strategis antara IKM alat angkut dengan industri besar serta memberikan informasi mengenai kebutuhan komponen kendaraan listrik terhadap pemenuhan TKDN," katanya.
Reni menambahkan, tren industri kendaraan listrik nasional saat ini terus menunjukkan pertumbuhan positif.
BACA JUGA:
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) pada triwulan I-2026 mencapai 33.150 unit, naik 95,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, populasi bus listrik nasional hingga April 2026 tercatat sebanyak 798 unit. Adapun kendaraan listrik roda dua mencapai 236.451 unit pada Februari 2026 atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.
"Ini merupakan potensi yang harus dimaksimalkan oleh pelaku IKM komponen otomotif agar dapat turut mendulang manfaat dan memaksimalkan peluang bisnis di masa depan," tuturnya.