Bagikan:

JAKARTA - KEK Industropolis Batang kembali membuktikan tajinya sebagai pusat gravitasi baru industri berkelanjutan di Asia Tenggara dengan menaklukkan panggung investasi Eropa Tengah.

Dalam rangkaian Indonesia-Hungary Investment and Business Forum yang digelar pada 20-21 Mei 2026 di Budapest—khususnya melalui forum bisnis bertema "Indonesia's New Economic Frontier: Investing in Batang Integrated Estate and Health Special Economic Zone" di Novotel Danube—kawasan ini sukses mengamankan kesepakatan strategis yang akan mengubah wajah industri nasional: pembangunan infrastruktur energi surya berskala masif dan sistem pengelolaan air paling mutakhir.

Keberhasilan monumental ini merupakan buah dari dukungan penuh, fasilitasi intensif, serta keterlibatan aktif Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Budapest dalam merajut koneksi strategis antara manajemen kawasan dengan institusi pemerintah serta dunia usaha di Hongaria. Langkah besar ini dijalankan secara solid bersama Sekretariat Dewan Nasional KEK, Kantor Staf Presiden (KSP), IIPC London, serta dukungan penuh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Budapest.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan hangat dari Duta Besar RI untuk Hongaria, Ibu Penny D. Herasati, yang menekankan pentingnya hubungan diplomatik dan ekonomi bilateral, serta komitmen KBRI Budapest untuk menjembatani pelaku usaha Hongaria ke Indonesia. Dukungan tersebut dipertegas oleh Ms. Katalin Bihari, CEO of Hungarian Export Promotion Agency (HEPA), yang menyatakan kesiapan komunitas bisnis Hongaria untuk berkolaborasi secara konkret melalui pemanfaatan KEK di sektor teknologi industri dan smart city.

Forum ini menghadirkan jajaran pembicara kunci, antara lain Kepala IIPC London, Ibu Siti Tierfiyani Fahiyah, Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Bapak Rizal Edwin Manansang, serta Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Bapak Ngurah Wirawan. Hadir pula Tenaga Ahli Utama KSP, Bapak M. Putra Hutama. Forum ini secara intensif mempromosikan peluang investasi di KEK Industropolis Batang guna menjalin kemitraan strategis yang memfasilitasi investasi di sektor infrastruktur, farmasi, hingga ekosistem kendaraan listrik.

Keseriusan KEK Industropolis Batang dalam memimpin transisi energi hijau diwujudkan melalui penjajakan investasi dengan Merlion Teck Ltd. Kedua pihak telah menyepakati rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas prestisius mencapai 100-200 Megawatt di atas lahan seluas 200 hektare. Melalui skema Power Purchase Agreement (PPA) jangka panjang, proyek ini akan menjadi tulang punggung penyediaan energi bersih yang kompetitif bagi para penyewa kawasan.

Kehadiran PLTS raksasa ini menjadi jawaban nyata bagi korporasi global yang mencari destinasi investasi dengan standar kepatuhan ESG (Environmental, Social, and Governance) yang tanpa kompromi. Rangkaian penjajakan ini turut diinisiasi oleh Suryo Tutuko, Industropolis Batang SEZ Representative in Europe, yang mendorong pertemuan awal berkembang menjadi komitmen formal.

Tak hanya energi, KEK Industropolis Batang juga memperkuat pilar utilitas melalui aliansi strategis dengan Iconic Energy Kft yang berfokus pada solusi circular economy dan operasional zero-waste. Sinergi ini diperkuat dengan kolaborasi bersama Hungarian Water Partnership (HWP) untuk memboyong teknologi pengolahan air bersih serta sistem monitoring kualitas air terbaik dari Hongaria ke Indonesia.

Melalui potensi pilot project pengelolaan air yang terintegrasi, KEK Industropolis Batang bersiap memberikan kepastian layanan utilitas kelas dunia yang selaras dengan kelestarian ekosistem lokal.

Pencapaian monumental di Budapest ini menjadi bukti kematangan visi kepemimpinan kawasan. Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan persembahan bagi kedaulatan industri hijau Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran mitra-mitra strategis dari Hongaria di sektor energi dan air ini adalah pengakuan dunia atas kesiapan Batang sebagai rumah bagi industri masa depan.

"Kami tidak hanya membangun kawasan, kami sedang membangun masa depan industri yang bersih dan mandiri. Komitmen PLTS skala besar dan teknologi utilitas air mutakhir ini akan memastikan bahwa setiap investor di Batang tumbuh dalam ekosistem yang berkelanjutan," tegas Ngurah Wirawan.

Sinergi internasional yang luar biasa ini juga mendapat apresiasi dari level kebijakan nasional. Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Rizal Edwin Manansang, menekankan bahwa capaian KEK Industropolis Batang di Hongaria menetapkan standar baru bagi daya saing kawasan ekonomi khusus di tanah air. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan mengonversi forum bisnis menjadi komitmen investasi teknis yang nyata adalah bukti kekuatan regulasi dan fasilitas KEK yang diberikan negara.

"Pemerintah memberikan dukungan penuh bagi akselerasi ini. KEK Industropolis Batang kini berdiri tegak sebagai pilihan utama di Asia Tenggara bagi investor global yang mengincar efisiensi sekaligus keberlanjutan. Prestasi di Budapest ini adalah sinyal kuat bahwa Indonesia siap menjadi pemimpin ekonomi hijau dunia," ungkap Edwin Manansang.

Melalui keberhasilan strategis di Budapest ini, KEK Industropolis Batang berdiri di garda terdepan transformasi industri global. Dengan kesiapan infrastruktur hijau dan dukungan penuh kebijakan nasional, kawasan ini tidak sekadar menawarkan lahan, melainkan ekosistem masa depan tempat inovasi, ekonomi, dan kelestarian alam bersinergi dalam harmoni.