JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus mempercepat penyelesaian proyek Jalan Tol Semarang–Demak.
Hingga Mei 2026, progres pekerjaan WIKA pada proyek Tol Semarang–Demak Seksi 1B telah mencapai 83,39 persen.
Capaian tersebut mencakup sejumlah pekerjaan utama, antara lain pembangunan mainroad, ramp on, ramp off, elevated bridge, combi wall serta timbunan pasir di atas matras bambu.
Corporate Secretary WIKA Ngatemin menjelaskan, berbeda dengan proyek jalan tol pada umumnya, Tol Semarang–Demak dirancang sebagai infrastruktur multifungsi yang tidak hanya mendukung konektivitas transportasi, tetapi juga terintegrasi sebagai tanggul laut atau sea dike.
"Kehadiran proyek ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan banjir rob di kawasan pesisir Semarang dan sekitarnya, sehingga memberikan manfaat ganda sebagai infrastruktur transportasi sekaligus solusi pengendalian banjir jangka panjang," ujar Ngatemin dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 26 Mei.
Dalam pelaksanaannya, WIKA menerapkan sejumlah metode konstruksi khusus, mengingat proyek berada di kawasan pesisir dengan karakteristik tanah lunak yang memiliki tantangan teknis cukup tinggi.
Salah satu elemen penting dalam proyek tersebut adalah penggunaan combi wall sebagai bagian dari struktur tanggul laut sekaligus penahan timbunan jalan tol.
Diketahui, struktur combi wall tersebut dirancang untuk menahan tekanan kombinasi tanah dan air laut, termasuk tekanan hidrostatik serta potensi penurunan tanah.
"Dengan demikian, struktur ini berperan penting dalam menjaga stabilitas konstruksi jangka panjang di wilayah pesisir yang rawan terhadap banjir rob," katanya.
Selain itu, proyek tersebut juga menggunakan metode timbunan pasir di atas matras bambu sebagai solusi perkuatan tanah dasar.
Metode tersebut berfungsi untuk membantu distribusi beban timbunan agar lebih merata, meningkatkan stabilitas awal konstruksi serta mengurangi risiko penurunan diferensial pada tanah lunak.
"Melalui proyek ini, kami berupaya memastikan pekerjaan berjalan dengan mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja serta penerapan metode yang sesuai dengan karakteristik wilayah pesisir," tuturnya.
BACA JUGA:
Melalui proyek Tol Semarang–Demak, WIKA kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga memberikan solusi terhadap tantangan lingkungan dan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.