Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi ekspor berbagai makanan siap saji khas Indonesia seperti rendang hingga opor ayam untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi pada musim haji 1447 Hijriah.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kelancaran pasokan makanan bagi jemaah haji sekaligus memperkuat penetrasi produk halal dan makanan olahan Indonesia di pasar Arab Saudi.

Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni mengatakan, Kemendag terus mengawal berbagai hambatan teknis yang dihadapi eksportir PT Halalan Thayyiban Indonesia (PT HATI) dalam memasukkan hampir 360.000 porsi makanan siap saji ke Arab Saudi.

“Kami terus mengawal dan memfasilitasi berbagai kendala teknis agar ekspor produk siap saji Indonesia dapat berjalan lancar. Langkah ini penting untuk memastikan terjaganya pasokan makanan bagi jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji,” ujar Zulvri dalam keterangan resmi, Jumat, 22 Mei.

Zulvri menjelaskan, strategi yang dilakukan meliputi percepatan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B di Indonesia, mendorong percepatan pengujian sampel oleh Saudi Food and Drug Authority (SFDA), hingga mempercepat proses kepabeanan di Arab Saudi.

Produk yang diekspor terdiri atas berbagai menu khas Indonesia seperti nasi sapi lada hitam, nasi daging balado, nasi gulai ayam, nasi opor ayam, nasi semur ayam, semur daging, rendang daging, dan daging balado.

Seluruh produk tersebut telah memiliki sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) serta sertifikat kesehatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menurut Zulvri, seluruh produk kini telah memasuki tahap pemeriksaan dan inspeksi barang di Bandar Udara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Ia menilai kebutuhan makanan siap saji bagi jemaah haji Indonesia terus meningkat minimal mencapai 1 juta porsi setiap tahunnya seiring bertambahnya jumlah jemaah yang berangkat ke Tanah Suci.

Lebih lanjut, Zulvri menambahkan, fasilitasi ekspor tersebut juga menjadi bagian dari strategi memperluas pasar produk halal Indonesia di Timur Tengah.

“Fasilitasi Kemendag dalam mengawal kelancaran ekspor makanan siap saji juga merupakan upaya memperkuat penetrasi produk halal dan makanan olahan Indonesia ke pasar Arab Saudi. Komitmen ini terus akan dilanjutkan untuk haji tahun berikutnya,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan PT HATI di Arab Saudi, Arif Billal mengapresiasi dukungan KBRI Riyadh melalui Atase Perdagangan RI di Riyadh dalam mempercepat proses ekspor makanan siap saji Indonesia.

Menurut Arif, dukungan tersebut membantu pelaku usaha menghadapi berbagai proses administrasi dan regulasi di Arab Saudi, termasuk percepatan persetujuan hasil uji makanan dari SFDA dan proses pengeluaran barang oleh Bea Cukai Arab Saudi.

“Kami merasakan peran besar KBRI Riyadh melalui Atase Perdagangan RI di Riyadh untuk mempercepat persetujuan hasil uji makanan siap saji dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA) serta persetujuan pengeluaran barang dari daerah kepabeanan oleh Bea Cukai Arab Saudi,” ujar Arif.

Arif mengatakan, keberadaan makanan khas Indonesia di Tanah Suci penting untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah haji.

“Hal ini penting agar jamaah haji Indonesia tetap dapat menikmati makanan asli Indonesia sehingga kesehatan mereka tetap terjaga selama menjalankan ibadah haji,” tutupnya.