Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan, dampak pelemahan rupiah yang telah menembus angka Rp17.700 terhadap sektor infrastruktur mulai terasa pada proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah.

Salah satu kendala yang dihadapi kontraktor saat ini adalah sulitnya mendapatkan bahan bakar solar untuk kebutuhan distribusi material proyek.

Dody mengatakan, hingga saat ini dampak gejolak global terhadap biaya infrastruktur memang belum terlalu signifikan dirasakan di Kementerian PU.

Namun, dia mengakui proyek pembangunan SR membutuhkan distribusi logistik dalam skala besar sehingga kebutuhan solar meningkat tajam.

"Rata-rata yang diperlukan oleh penyedia jasa adalah ketersediaan bahan bakar solar. Karena angkutannya, kan, sangat-sangat masif untuk angkut baja dan beton," ujar Dody dalam media briefing di kantornya, Jakarta, Jumat, 22 Mei.

Meski begitu, Dody menegaskan, kondisi tersebut belum sampai pada tahap kelangkaan total.

Menurutnya, para kontraktor masih bisa memperoleh solar, meskipun proses mendapatkannya kini lebih sulit dibanding sebelumnya.

"Belum sampai tidak mendapatkan solar, belum. Hanya sampai tahap sulit mendapatkan solar," katanya.

Dia berharap, tensi global dapat segera menurun sehingga pasokan bahan bakar kembali stabil.

Tak hanya itu, Dody juga menyinggung upaya pemerintah terkait implementasi B50 agar ketersediaan bahan bakar minyak, khususnya solar, dapat kembali teratasi.

Menurut Dody, potensi dampak lanjutan terhadap proyek infrastruktur tetap ada.

Karena itu, Kementerian PU saat ini masih menunggu perhitungan detail dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) terkait berbagai faktor yang memengaruhi biaya proyek.

"Kami ini hanya user (pengguna), focal point-nya di LKPP. Jadi, kami sampaikan kondisi dari para penyedia jasa, nanti mereka menghitung," pungkasnya.