JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap pemerintah mulai memakai AI dan data perdagangan tambahan untuk melacak praktik under-invoicing ekspor. Cara ini dipakai karena data Bea Cukai selama ini hanya membaca sebagian rantai perdagangan.
Purbaya mengatakan praktik under-invoicing sudah lama terdengar. Namun, pola dan pelakunya sulit terlihat jelas.
“Sudah lama kan under-invoicing. Pasti sudah pernah dengar semua under-invoicing, tapi enggak clear siapa, gimana melakukannya,” kata Purbaya seusai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 22 Mei.
Menurut Purbaya, salah satu celahnya ada pada rantai ekspor yang berhenti di Singapura. Data Bea Cukai mencatat ekspor dari Indonesia ke Singapura. Namun, setelah barang keluar dari Singapura menuju negara tujuan akhir, alurnya tidak lagi terbaca.
“Sampai ke Singapura kan ekspornya. Nah, Singapura ke sananya putus mata rantainya,” ujarnya.
BACA JUGA:
Untuk menutup celah itu, pemerintah memakai AI dan membeli data yang lebih lengkap. Pemeriksaan dilakukan lebih rinci, termasuk menelusuri pengapalan kapal per kapal.
“Bukan data besar dari UN database itu, tapi sudah betul kapal per kapal,” kata Purbaya.
Dari pemeriksaan itu, pemerintah menemukan indikasi manipulasi harga ekspor, terutama pada komoditas CPO. Purbaya menyebut barang dikirim ke Singapura melalui perusahaan trading, lalu dijual lagi ke negara tujuan dengan harga jauh lebih tinggi.
“Dia kirim Singapura, pakai perusahaan trading, perusahaannya dia sendiri. Dari sini ke sana, ke tujuannya dengan harga dua kali lipat atau lebih,” ujarnya.
Purbaya mengatakan pemerintah telah mengecek lebih dari 15 perusahaan dan memilih 10 perusahaan terbesar untuk diuji lebih dulu pada sektor CPO.
Ia juga menyebut ada temuan menarik di sektor batu bara, yang akan dibahas lebih lanjut dengan BPKP.
“Yang batu bara juga ada penemuan menarik, nanti juga kita akan diskusi sama BPKP,” katanya.
Menurut Purbaya, BPKP dan Kejaksaan Agung sudah bergerak. Ia akan meminta laporan perkembangan pemeriksaan pekan depan.