JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai tekanan terhadap rupiah dan pasar saham saat ini tidak mencerminkan kondisi dasar ekonomi Indonesia. Ia menyebut fundamental ekonomi masih kuat.
Purbaya menyampaikan hal itu seusai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 22 Mei.
Dalam rapat itu, pemerintah mendengar masukan dari sejumlah tokoh senior, termasuk mantan Gubernur Bank Indonesia dan mantan pejabat Bappenas. Mereka berbagi pengalaman saat menghadapi krisis 2007-2008 dan periode sebelumnya.
“Saya sudah catat. Saya diperintahkan untuk mempelajari, ya kita pelajari,” kata Purbaya.
Ia membantah ada kekhawatiran krisis akan berulang. Menurut Menkeu, kondisi saat ini berbeda jauh dengan krisis 1998.
“Tidak. Karena masukan mereka juga sama, sebetulnya fundamental kita amat baik,” ujarnya.
BACA JUGA:
Purbaya mengatakan pelemahan rupiah saat ini berada di kisaran 4-5 persen. Angka itu jauh lebih kecil dibanding krisis 1998, ketika rupiah melemah berkali-kali lipat.
Menurutnya, tekanan pada nilai tukar juga dipengaruhi persepsi pasar.
“Fundamental ekonominya bagus sekali. Mereka juga bilang mungkin persepsi orang yang membuat ada tekanan ke nilai tukar,” kata Purbaya.
Ia menyebut Indonesia belakangan mendapat tekanan beruntun, mulai dari MSCI, lembaga pemeringkat, hingga pergerakan nilai tukar. Namun, dari sisi fundamental, ia menilai tidak ada masalah.
“Kalau dari fundamental sih enggak ada masalah. Mereka setuju,” ujarnya.
Purbaya mengatakan pemerintah akan memperbaiki cara menyosialisasikan capaian ekonomi kepada publik.
“Kita akan memperbaiki cara mungkin kita menyosialisasikan keberhasilan kita ke publik,” katanya.
Purbaya juga menanggapi IHSG yang bergerak di kisaran 5.900. Menurut Purbaya, pergerakan harga saham pada akhirnya mengikuti fundamental perusahaan dan ekonomi.
“Kalau ekonominya bagus, profitability juga meningkat,” katanya.
Ia menilai saham perusahaan yang tetap untung tetapi harganya jatuh bisa berada dalam posisi undervalued, atau dihargai lebih rendah dari nilai wajarnya.
“Enggak mungkin kalau perusahaannya untung, sahamnya jatuh. Berarti undervalued, beli saja, pasti untungnya,” ujarnya.
Purbaya mengatakan pemerintah akan terus memperbaiki ekonomi ke depan. Ia memperkirakan IHSG bisa kembali menguat.
“Kalau lihat dari teknikalnya, minggu depan sudah lari kencang,” kata Purbaya.