Bagikan:

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai banyak pelaku pasar belum membaca arah ekonomi Indonesia secara utuh. Di tengah arus dana keluar dari pasar modal, ia justru menyebut ekonomi domestik sedang mengalami akselerasi.

Purbaya mengatakan angka pertumbuhan ekonomi terbaru menunjukkan mesin ekonomi mulai bekerja lebih kencang.

“Dulu kan sebelumnya 5,39, sekarang 5,61. Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 5 Mei.

Menurut Purbaya, kekhawatiran berlebihan membuat sebagian investor keluar dari pasar modal terlalu cepat.

“Itu yang tidak disadari banyak orang sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal,” ujarnya.

Purbaya kembali mengulang pesannya kepada investor agar tidak ragu masuk ke pasar saham.

“Kan saya kemarin-kemarin bilang serok-serok-serok saja. Kalau mereka ikut, nanti ke depan akan untung banyak,” katanya.

Pemerintah, lanjut Purbaya, menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga laju ekonomi. Salah satunya menjaga likuiditas bersama Bank Indonesia dan menyiapkan stimulus tambahan yang disebut mulai berjalan sekitar 1 Juni.

Selain itu, pemerintah akan menerbitkan panda bond di China. Langkah ini dilakukan untuk memperluas sumber pembiayaan dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

“Kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan,” kata Purbaya.

Purbaya lalu menyampaikan pesan Presiden yang meminta publik tidak takut terhadap kondisi ekonomi dan keuangan negara.

“Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak. Jadi Anda enggak usah takut,” ujarnya.