Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk pemulihan lahan perkebunan kopi yang rusak di Provinsi Aceh.

Sekadar informasi, bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 menyebabkan ribuan hektare kebun kopi di Bener Meriah dan Aceh Tengah rusak.

Adapun dua daerah itu selama ini dikenal sebagai penghasil kopi arabika terbaik.

“Anggarannya kami siapkan tadi kurang lebih Rp30 hingga Rp40 miliar,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat ditemui di kediamannya, Jakarta, Rabu, 6 Mei

Lebih lanjut, Amran mengatakan, dalam upaya pemulihan perkebunan ini, pihaknya akan melibatkan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk pengembangan pembibitan.

“Aku sudah ketemu tadi rektor datang pagi-pagi dengan Pak Dirjen. Kita akan kembangkan kerha sama dengan rektor Unsyiah itu. Kita kerja sama bangun pembibitan bersama-sama membangun kembali,” jelasnya.

Melansir berbagai sumber, pada akhir tahun 2025 lalu, Amran mendatangi Gubernur Aceh Muzakir Munaf. Keduanya membahas mengenai pemulihan sektor pertanian pascabencana di Aceh. Termasuk perkebunan kopi.

“Insyaallah sektor pertanian di Aceh, mulai dari sawah yang rusak hingga komoditas kopi akan kita perbaiki. Mulai Januari, kami akan turun langsung ke lapangan,” ujar Amran.