JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak ada hubungannya dengan pemilihan umum (Pemilu) 2029.
Kata Amran, program unggulan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ini menyasar anak sekolah, dan penerima manfaat tersebut belum mempunyai hak pilih untuk ikut serta dalam pemilu 2029.
“Kalau mau segi politik. Bapak Presiden ini tidak ada segi politis. Anak SD, anak dalam kandungan yang kita beri. Pemilu 2029 tidak ada hubungannya. Benar tidak? Tidak bisa memilih kan di 2029?,” ujar Amran saat ditemui di kediamannya, Jakarta, Rabu, 6 Mei.
Alih-alih memiliki tujuan politis, Amran mengatakan MBG merupakan program yang dihadirkan pemerintah dengan tujuan untuk mempersiapkan ketangguhan generasi muda.
“Artinya ingin betul-betul. Untuk rakyat Indonesia mempersiapkan generasi muda yang lebih tangguh. Lebih cerdas,” katanya.
BACA JUGA:
Selain itu, menurut Amran, kehadiran MBG ini juga berdampak pada sektor pertanian. Dia bilang produksi para petani terserap dalam program tersebut.
“MBG jangan dilihat berdiri sendiri. Ini kata kunci ya. MBG berdiri itu menjadi off taker petani 160 juta petani Indonesia. Berikutnya, itu anak-anak kita cerdas nanti ke depan,” tuturnya.
Bahkan, kata Amran, kehadiran MBG juga berdampak pada ekonomi daerah. Dia bilang perputaran ekonomi terjadi di daerah-daerah seiring dengan bertambahnya jumlah dapur pengelola MBG atau SPPG yang menyerap bahan pangan di pasar-pasar.
“Kemudian berikutnya ekonomi berputar di desa itu. Pasar ini hidup dan langsung yang merasakan rakyat,” jelasnya.