Bagikan:

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguji level psikologis di 7.000 pada perdagangan pekan ini, setelah Jumat 24 April ditutup melemah signifikan 3,38 persen ke level 7.129,4.

Phintraco Sekuritas dalam risetnya menilai, pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran akan prospek ekonomi Indonesia di tengah tingginya harga minyak mentah dan depresiasi rupiah. Meskipun rupiah ditutup menguat 0,33 persen di level Rp17.229 per dollar AS di pasar spot.

Ketidakpastian geopolitik akibat konflik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz, mendorong harga minyak mentah bertahan di level tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Perpanjangan gencatan senjata Israel dan Lebanon selama tiga pekan tidak cukup kuat untuk meredakan kekhawatiran pasar. Investor semakin meragukan akan potensi AS dan Iran kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat, di tengah konflik di sekitar Selat Hormuz.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal, IHSG telah breakdown dari level MA20. Histogram positif MACD menyempit dan berpotensi membentuk Death Cross.

“Terdapat gap down IHSG di sekitar level 7.022. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis di 7.000 pada pekan depan,” tulis Phintraco Sekuritas.

Pada pekan ini, investor akan menantikan FOMC meeting pada Rabu 29 April yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5-3,75 persen.

Selain itu, dari AS dijadwalkan akan dirilis data consumer confidence, data perumahan, GDP kuartal I-2026, personal income, personal spending, indeks PCE prices dan ISM manufacturing index.

Investor juga akan mencermati pertemuan Bank of Japan (BoJ) pada Selasa 28 April yang diperkirakan juga mempertahankan suku bunga acuan tetap di 0,75 persen, meskipun data inflasi di Jepang meningkat.

Dari Euro Area akan dirilis data GDP kuartal I-2026, inflasi dan tingkat pengangguran. ECB dan BoE masing-masing diperkirakan juga akan mempertahankan suku bunga acuannya tetap di 2,15 persen dan 3,75 persen.

Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi enam saham yang dapat diperhatikan pada pekan ini, yakni ADMR, ADRO, BFIN, ISAT, ULTJ dan SRTG.