Bagikan:

JAKARTA - Ade Jona Prasetyo mendapat nomor urut 2 dalam kontestasi Calon Ketua Umum (Caketum) BPP Hipmi.

Menurut numerologi, angka 2 melambangkan kerja sama, kemitraan, dan kemampuan diplomatik. Tak ayal jika Jona akan menjadi simbol persatuan Hipmi.

Tahapan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Hipmi telah melalui pengambilan nomor urut ini diselenggarakan di Djakarta Theater, Jumat, 24 April.

Selain tim suksesnya, Jona juga didampingi sejumlah Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi dari Sumatera hingga Papua.

Angka 2 tidak hanya menjadi identitas dalam kontestasi ini, tetapi juga dimaknai sebagai simbol diplomasi dan kolaborasi. Nomor 2 juga dijadikan sebagai jalan tengah yang kerap diartikan sebagai posisi yang merangkul semua kelompok.

Ingar-bingar ratusan pendukung Jona di Djakarta Theater menciptakan atmosfer hangat dan penuh solidaritas. Teriakan, dan yel-yel tentang Jona terus menggema, bukti dukungan ini terhimpun secara organik dan solid dari daerah.

Usai pengundian nomor urut 2, Jona menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun Hipmi ke depan. "Nomor 2 ini bukan sekadar angka, tapi simbol bahwa kita berjalan beriringan. Mari bersatu, dengan energi baru untuk Hipmi selamanya. Kita maju bersama," ujarnya.

Menurut Jona, kontestasi ini bukan soal kompetisi pribadi, melainkan momentum untuk memperkuat fondasi organisasi secara nasional. Terlebih, setiap BPD dari Sabang sampai Marauke memiliki peran penting untuk Indonesia.

"Hipmi adalah rumah besar kita semua. Saya ingin memastikan bahwa semua daerah merasa memiliki, merasa didengar, dan menjadi bagian dari perjalanan besar ini," tuturnya.

Pendekatan kepemimpinan yang inklusif dan berbasis daerah ini menjadi salah satu kekuatan utama Jona. Ia tidak hanya mengedepankan visi nasional, tetapi juga membangun kedekatan dengan akar organisasi di tingkat daerah.

Sejumlah pengurus BPD yang hadir menyampaikan bahwa sosok Ade Jona dinilai mampu menjadi jembatan antara pusat dan daerah, serta menghadirkan kepemimpinan yang kolaboratif, bukan eksklusif.

Momentum pengundian nomor urut ini sekaligus menjadi titik penguatan posisi Jona sebagai salah satu kandidat dengan dukungan luas dan solid.

Kombinasi antara energi pendukung, pendekatan komunikasi yang merangkul, serta simbolisme nomor urut 2 semakin mempertegas positioning-nya sebagai figur pemersatu dalam tubuh Hipmi.

Di kesempatan yang sama, Sona Maesana sebagai Ketua Tim Pemenangan Jona memandang Caketum nomor urut 2 memiliki integritas yang tinggi. Menurut Sona, integritas merupakan dasar menjalankan organisasi yang kredibel, profesional, dan kuat di mata anggota maupun mitra.

Sona mengatakan, Hipmi harus menjadi organisasi yang dapat menjawab kebutuhan anggotanya.

"Setiap program harus melahirkan solusi konkret bagi akses usaha, permodalan, jejaring, dan pertumbuhan bisnis," pungkasnya.