Bagikan:

JAKARTA - Jalan Gombel Lama di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mulai ditutup total pada Senin, 20 April, seiring dimulainya perbaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Selama masa pekerjaan, arus lalu lintas akan dialihkan melalui Jalan Gombel Baru atau di Jalan Setiabudi.

Penutupan dilakukan untuk mendukung kelancaran proses konstruksi serta menjaga keselamatan pengguna jalan.

Proyek penanganan ruas sepanjang 1,27 kilometer (km) tersebut diperkirakan berlangsung selama tujuh bulan.

Menteri PU Dody Hanggodo menyebut, konektivitas jalan dan jembatan merupakan infrastruktur vital yang harus selalu dalam kondisi andal.

"Konektivitas jalan dan jembatan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah," ucap Dody dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 20 April.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Moch Iqbal Tamher menjelaskan, pekerjaan mencakup rekonstruksi di dua titik rawan longsor serta perbaikan struktur perkerasan jalan secara menyeluruh.

Menurutnya, kondisi geologi di kawasan Gombel tergolong labil dan rawan pergerakan tanah, sehingga membutuhkan penanganan khusus.

"Pada titik longsoran akan dilakukan pembongkaran hingga struktur dasar, kemudian diperkuat menggunakan bore pile dengan kedalaman hingga 28 meter serta mini pile pada badan jalan," katanya.

Selain itu, perbaikan perkerasan jalan dilakukan menggunakan dua lapis aspal, yakni AC-BC setebal 6 cm dan AC-WC setebal 4 cm.

Lebar jalan tetap dipertahankan sebesar 10,5 meter untuk menjaga kapasitas lalu lintas.

Selama pekerjaan berlangsung, Jalan Gombel Lama ditutup total karena memerlukan pembongkaran menyeluruh, terutama pada area rawan longsor.

Iqbal mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penutupan tersebut.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Satlantas akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem prioritas di Jalan Gombel Baru, khususnya bagi kendaraan dari arah bawah menuju Semarang atas.

Sementara itu, kendaraan berat diimbau menggunakan jalan tol melalui ruas Banyumanik–Jatingaleh.

Dia menambahkan, pekerjaan ditargetkan selesai dalam tujuh bulan dengan upaya percepatan di lapangan.

"Kami akan mengoptimalkan pelaksanaan agar pekerjaan dapat selesai lebih cepat dari target. Dukungan dari masyarakat sangat diharapkan agar pekerjaan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan," tuturnya.

Kementerian PU menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan nasional demi mendukung konektivitas wilayah serta keselamatan pengguna jalan, khususnya pada ruas dengan kondisi geologi menantang seperti di kawasan Gombel, Semarang.