Bagikan:

JAKARTA - Hasil survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa kinerja penjualan eceran diperkirakan akan mengalami peningkatan dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

Proyeksi ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) pada Mei dan Agustus 2026 yang masing-masing mencapai 147,2 dan 162,4. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi April dan Juli 2026 yang tercatat sebesar 146,7 dan 149,1.

“Peningkatan IEP Mei 2026 didorong oleh meningkatnya kegiatan masyarakat pada sejumlah Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) yakni Iduladha, Kenaikan Yesus Kristus, dan Waisak,” mengutip Laporan Survei Penjualan Eceran, Senin, 13 April.

Sementara itu, peningkatan IEP pada Agustus 2026 dipengaruhi oleh momentum peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia serta dimulainya tahun ajaran baru.

Dari sisi harga, tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan, yaitu Mei 2026, diperkirakan meningkat, namun, untuk enam bulan mendatang atau Agustus 2026, tekanan inflasi diproyeksikan relatif stabil.

Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2026 yang mencapai 157,4, lebih tinggi dibandingkan April 2026 sebesar 153,9, seiring kenaikan harga bahan baku. Adapun IEH Agustus 2026 diperkirakan berada di level 157,2, relatif stabil dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 157,1.

Sebagai tambahan, kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 diprakirakan tetap tumbuh yaitu Indeks Penjualan Riil (IPR) pada periode tersebut diproyeksikan meningkat 2,4 persen secara tahunan (year on year/yoy), meskipun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Februari 2026 yang mencapai 5,7 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kenaikan penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori sebesar 11,3 persen (yoy), makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4 persen, serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,7 persen.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 diperkirakan tumbuh 9,3 persen (month to month/mtm), meningkat dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 4,1 persen.

Kenaikan ini didorong oleh mayoritas kelompok barang, khususnya peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, serta subkelompok sandang, seiring meningkatnya konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Dari sisi wilayah, secara tahunan sejumlah kota mencatat pertumbuhan penjualan eceran, antara lain Surabaya (13,6 persen), Semarang termasuk Purwokerto (8,7 persen), Banjarmasin (8,2 persen), dan Denpasar (5,1 persen).

Sementara secara bulanan, peningkatan penjualan terutama terjadi di beberapa kota seperti Manado (14,4 persen), Jakarta (5,3 persen), Bandung (12,5 persen), dan Surabaya (8,4 persen).